FASILITAS OLAHRAGA INTERAKTIF DI RAWA BUNGA

Jessica Jessica
| Abstract views: 34 | views: 17

Abstract

Rawa Bunga population is constantly increased as time goes by. The increasing population in Rawa Bunga is leading to a change in land-use planning. The initial planning which create a balance between commercial and housing is forced to change into domination of housing. Although the housing community is constantly increased, but the government didn’t increased the community facility or third place in Rawa Bunga. This condition is causing a huge problem for the community to satisfy their daily basic needs. Even more, they started to occupy every vacant place for their activity and making problems for other people. The objective of this design is making a third place for the community of Rawa Bunga that can help them to socialize and interact with each other. The design method is divided into two parts, the first part is collecting data from observation, urban study, and analysis. The second part is start from the program and follow the theory of activity tipology. The design idea is a community facility or third place for interactive sport, sport and interactive technology is chosen because the community in Rawa Bunga loves sports. In addition, the third place will inserted by Betawi culture to introduce the genius loci of Rawa Bunga.

 

Keywords:  interactive sports; Rawa Bunga; Third Place

 

Abstrak

Kelurahan Rawa Bunga memiliki jumlah penduduk yang selalu meningkat seiring berjalannya waktu. Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi berdampak kepada perubahan fungsi lahan yang tidak semestinya seperti Rancangan zonasi awal yang mempunyai komposisi yang seimbang antara komersial dan hunian. Tetapi pada kenyataannya, fungsi lahan yang ada didominasi oleh hunian. Walaupun fungsi hunian bertambah, tetapi tidak diiringi pertambahan third place yang memadai. Akibatnya adalah masalah beruntun berupa kebutuhan dasar manusia yang tidak terpenuhi. Dampak yang dihasilkan adalah pelaksanaan aktivitas masyarakat di tempat – tempat yang tidak semestinya sebagai ganti fasilitas lingkungan yang tidak memadai. Tujuan dari perancangan ini adalah berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kelurahan Rawa Bunga akan aktivitas penunjang seperti sosialisasi dan interaksi baik antar manusia maupun dengan lingkungannya melalui third place. Metode Perancangan yang dipakai dibagi menjadi dua tahap, pertama tahap pencarian data dengan metode empiris yaitu observasi, studi kota dan analisis. Tahap kedua, Tahap perancangan dimulai dari hasil yang didapat dari analisis berupa program. Program akan diolah dengan pendekatan metode desain tipologi kegiatan. Ide dari perancangan ini adalah fasilitas lingkungan atau third place dengan aktivitas olahraga yang memakai teknologi interaktif untuk membantu proses sosialisasi dan interaksi baik antar manusia maupun dengan lingkungannya. Olahraga dipilih karena masyarakat di Rawa Bunga senang dengan aktivitas yang bersifat olahraga dan tidak lupa juga disisipi elemen kebudayaan Betawi untuk memperkenalkan genius loci kawasan Rawa Bunga.

Keywords

olahraga interaktif; Rawa Bunga; Third Place

Full Text:

PDF

References

De Botton, A. (2006). The Architecture of Happiness. Vintage Books.

Latif, F. (2019). Statistik Daerah Kota Jakarta Timur 2019. BPS Kota Jakarta Timur.

Maslow, A. (1943). A Theory of Human Motivation. Wilder Publications, Inc.

Oldenburg, R. (1999). The Great Good Place. Da Capo Press.

Rambe, B. (2019). Jatinegara Dalam Angka 2019. BPS Kota Jakarta Timur.

Sparacino, F. (2004). Narrative Spaces: Bridging Architecture and Entertainment Via Interactive Technology. International Conference on Generative Art.

Warsita, B. (2008). Teknologi Pembelajaran: Landasan &Aplikasinya. Rineka.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.