RUANG PERTUNJUKAN SENI DI BLOK M

Gary Cantonna Tamin, Petrus Rudi Kasimun
| Abstract views: 60 | views: 49

Abstract

As time goes by, people, especially in urban areas, tend to have individualistic characteristics due to their busy daily routines. Where most of the time spent at work, home or shopping centers. Humans as social creatures who should socialize and interact with others to meet social needs. To meet social needs in the current modern era, it takes a social container that can accommodate the activities of the surrounding community. So that people can meet with each other, socialize and also interact through these social media platforms. South Jakarta, precisely in the Blok M area, was known as a place for the gathering of young people of its time. However, at this time Blok M has begun to be abandoned by the community because other regions have more adequate gathering places. Blok M is an area that has a lot of art communities, such as street buskers, Japanese communities, contemporary music and much more. According to Richard Florida, creative people have the desire to do creative things and also get together with other creative people. This has a continuity where The Third place according to Ray Oldenburg, is a place where people can gather and interact with one another to meet their social needs. Blok M is an area that has a lot of art communities, such as street buskers, Japanese communities, contemporary music and much more. Blok M Performing Arts Space is present as the third space or "The Third place" and also as a place to show and hone creativity, where people can gather, interact and move with each other. This project is also intended as a forum for surrounding communities to interact with other communities and also can show their works to the wider community, so there is a reciprocal relationship between the community and the local community. Did not rule out the possibility of also triggering collaboration between these communities, thus bringing up a new and unique collaborative performing arts performance.

 

Abstrak

Seiring perkembangannya zaman, masyarakat khususnya di perkotaan cenderung memiliki sifat yang individualis dikarenakan rutinitas sehari-hari yang padat. Dimana sebagian besar waktu dihabiskan di tempat kerja, rumah ataupun pusat perbelanjaan. Manusia sebagai makhluk sosial yang seharusnya bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama untuk memenuhi kebutuhan sosial. Untuk memenuhi kebutuhan sosial di era modern saat ini, dibutuhkan wadah sosial yang dapat menampung aktivitas-aktivitas masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat dapat saling bertemu, bersosialisasi dan juga berinteraksi melalui media wadah sosial tersebut. Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Blok M, dikenal sebagai tempat perkumpulan anak-anak muda pada zamannya. Namun, pada saat ini Blok M mulai ditinggalkan oleh masyarakat dikarenakan kawasan-kawasan lain mempunyai tempat berkumpul yang lebih memadai. Blok M merupakan kawasan yang memiliki banyak sekali komunitas seni, seperti pengamen jalanan, komunitas Jepang, musik kontemporer dan masih banyak lagi. Menurut Richard Florida, orang-orang kreatif mempunyai keinginan untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan juga berkumpul dengan orang-orang kreatif lainnya. Hal ini mempunyai kesinambungan dimana The Third place menurut Ray Oldenburg, merupakan sebuah tempat dimana orang-orang dapat berkumpul dan saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan sosial mereka. Blok M merupakan kawasan yang memiliki banyak sekali komunitas seni, seperti pengamen jalanan, komunitas Jepang, musik kontemporer dan masih banyak lagi. Ruang Pertunjukan Seni Blok M hadir sebagai ruang ketiga atau “The Third place” dan juga sebagai tempat untuk menunjukan dan mengasah kreatifitas , dimana masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi dan beraktivitas dengan sesamanya.Proyek ini juga ditujukan sebagai wadah bagi komunitas-komunitas sekitar untuk berinteraksi dengan komunitas lainnya dan juga dapat menunjukan karya-karya mereka ke masyarakat luas, sehingga terjadi hubungan timbal balik antara masyarakat dengan komunitas setempat. Tidak menutup kemungkinan juga memicu timbulnya kolaborasi antara komunitas-komunitas tersebut, sehingga memunculkan sebuah karya pertunjukan seni kolaborasi yang baru dan unik.

 

Keywords

komunitas seni; ruang ketiga; pertunjukan seni

Full Text:

PDF

References

Florida, R. (2012). The Rise Of The Creative Class. New York: Basic Books

Montgomerry, C. (2013). Happy City. Canada: Farrar

Oldenburg, R. (1997). The Great, Good Place. Cambridge: Da Capro Press

Soja, E. (1996). Thirdspace: Journeys to Los Angeles and Other Real-and-Imagined Places. Cambridge

Tuan, Y.(1977). Space and Place. Minneapolis: University of Minnesota


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.