TEMPAT RELAKSASI DI JALAN JAKSA, JAKARTA

Fransiscus Jason
| Abstract views: 72 | views: 49

Abstract

Life in a big and crowded city, like Jakarta, can sometimes affect the physical, emotional and mental conditions of the community. With intense economic competition, people are increasingly busy with all routine activities in order to be able to fulfill their lives. Work routines and population density resulting in a lack of vacant land and green land, can psychologically cause boredom, increased stress levels and emotional instability. Stress not only have a direct impact on society but also impacts on the environment. High level stress can cause psychological, physiological and behavioral disorders. Creating an architectural work that raises the theme of the third place as a container that provides a means of recreation, relaxation and mental healing, urban communities are expected to be able to improve the quality of life of people physically and mentally. The theme of the third place in this case functions as a meeting room (communal space) which is protective and includes all levels of society to meet and exchange ideas, share and be a place of recreation integrated with health and fitness programs for workers and the community. The presence of this recreation and health container can benefit the community to improve physical and mental conditions and can eliminate daily fatigue.

 

Abstrak

Menjalani kehidupan di kota yang besar dan padat, seperti Jakarta, terkadang dapat mempengaruhi kondisi fisik, perasaan serta mental dari masyarakatnya. Dengan persaingan ekonomi yang ketat, masyarakat semakin sibuk dengan segala rutinitas aktivitas yang dilakukannya untuk dapat memenuhi kehidupannya. Rutinitas kerja dan kepadatan penduduk yang berakibat kurangnya lahan kosong serta lahan hijau, secara psikis dapat menimbulkan kejenuhan, tingkat stres meningkat dan emosi yang tidak stabil. Stres tidak hanya berdampak secara langsung terhadap masyarakat namun juga berdampak terhadap lingkungan. Akibat dari tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan gangguan psikologis, fisiologis dan perilaku. Dengan menghadirkan sebuah karya arsitektur yang mengangkat tema third place sebagai sebuah wadah yang menyediakan sarana rekreasi, relaksasi dan penyembuhan mental masyarakat kota diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara fisik dan mental. Tema third place dalam hal ini difungsikan sebagai ruang temu (communal space) yang bersifat mengayomi dan mencakup seluruh lapisan masyarakat untuk saling bertemu dan bertukar pikiran, berbagi serta menjadi wadah rekreasional yang dipadukan dengan program kesehatan dan kebugaran bagi para pekerja maupun masyarakat. Dihadirkannya wadah rekreasi dan kesehatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat untuk membantu meningkatkan kondisi fisik dan mental serta dapat menghilangkan kepenatan sehari-hari.  

Keywords

communal space; ruang temu; rutinitas kerja; stres

Full Text:

PDF

References

Alexander, C. (1979). Timeless Way of Building. New York: Oxford University Press

Beech, B. (1982). Relaxation and Psiko Therapy. Jakarta: Rineka Cipta

Felman, A. (diunduh 23 Juli 2019)., Why Stress Happens and How to Manage It, Hakim, T. (2005). Mengatasi Gangguan Konsentrasi. Jakarta: Puspa Swara.

Mechanic, D. (1962). Students Under Stress: A Study in the Social Psychology of Adaptation. New York: The Free Press

Musradinur. (2016). Stres dan Cara Mengatasinya Dalam Perspektif Psikologi

Oldenburg, R. (1997). The Great Good Place. Amerika Serikat: Cambridge

Riadi, M. (diunduh 24 Juli 2019). Pengertian, Penyebab dab Akibat Stres Kerja.

Tartasky, D. S. (1993). Hardiness: Conceptual and Methodological Issues. Image, 25, 225-229.

Thantawy, R. (1997). Manajemen Bimbingan dan konseling, Jakarta: Pamator

Widhiastuti, H. (2002). Studi Meta-Analisis Tentang Hubungan Antara Stress Kerja dengan Prestasi Kerja

____, (10 September 2019). “Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jalan

Jaksa”. Pergimulu.com. 10 September 2019.

_____, (18 Maret 2019) . “Stres”. Alodokter.com. 15 Juli 2019.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.