RUMAH KACA PINGGIR KOTA DI DAAN MOGOT

Valdo Helmy, Sutarki Sutisna
| Abstract views: 72 | views: 52

Abstract

DKI Jakarta as the capitol consists of 5 regions and 1 district. Jakarta has the highest population density in Indonesia. In this modern ag, the population tends to live and work in the city thus psychological problems arise in the form of stress. In the urban lifestyle, stress is caused  due to daily routine where everybody is active between two places namely residence and work place. This routine can cause problems that begins with the feeling of boredom which can lead to a mental illness that is initially in the form of stress, anxiety disorder, and psychosis which can be worsen into depression. The step that can be made is to make a third place outside of domestic life at home and outside of professional life at work that aims to reduce psychologial symptoms that causes stress. Apart from that, it is said that a direct interaction with nature can help humans to strengthen their mental endurance to deal with symptoms that causes stress.The proposed design as a solution is in the form of an open public space, a plaza between two buildings, commercial building and a greenhouse where the commercial building has several functions such as food court, market, café, book shops, reading area, and workshop. While the greenhouse gives garden products to support the commercial functions and as a recreational spot. Apart from the functions within the buildings, in effort to encourage visitors into gardening activities and provide direct interactions to nature, community garden serves as a solution in which visitors can plant crops or plants if they wanted to in the provided area on the site.

 

Abstrak

DKI Jakarta sebagai ibukota negara terdiri dari 5 wilayah dan 1 kabupaten. Jakarta memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Di masa modern ini penduduk cenderung tinggal dan beraktivitas di daerah perkotaan dengan demikian muncul permasalahan psikologis berupa stres. Dalam kehidupan perkotaan, stres tersebut diakibatkan karena aktivitas rutinitas sehari-hari dimana semua orang beraktivitas di antara kedua tempat yaitu tempat tinggal dan tempat kerja. Rutinitas ini dapat menimbulkan permasalahan yang dimulai dari perasaan bosan dan jenuh hingga bisa mengakibatkan suatu penyakit mental yang awalnya berupa stres, gangguan kecemasan, dan psikosis yang bisa menjadi depresi. Langkah yang dapat dilakukan adalah untuk membuat suatu tempat ketiga di luar dari kehidupan rumah tangga di tempat tinggal dan di luar kehidupan profesional di tempat kerja yang bertujuan untuk mengurangi gejala-gejala psikologis yang mengakibatkan stres. Selain dari itu dikatakan bahwa interaksi secara langsung dengan alam dapat membantu seorang manusia untuk memperkuat daya tahan mental mereka untuk menghadapi tekanan-tekanan yang mengakibatkan stres. Rancangan yang diajukan sebagai solusi berupa sebuah ruang publik terbuka berupa plaza diantara dua bangunan berupa bangunan komersil dan bangunan rumah kaca dimana bangunan komersil berupa pujasera, pasar modern, café, toko buku, ruang baca, serta workshop, sementara rumah kaca berfungsi untuk memproduksi hasil berupa hasil kebun kepada fungsi komersil dan sebagai fungsi rekreasi. Selain dari fungsi di dalam bangunan dalam upaya mendorong minat pengunjung tapak terhadap kegiatan berkebun serta memberikan interaksi langsung dengan alam, dibuat sebuah fungsi kebun komunitas dimana perngunjung yang mendatangi tapak dapat menanam tanaman yang mereka inginkan pada area yang disediakan di tapak.

Keywords

hijau; jakarta; ruang publik; rutinitas; stres

Full Text:

PDF

References

Things You Should Know About Stress (n.d.) diunduh 29 Agustus 2019,

Azizah, K.N. (2019) 15,6 Juta Orang Indonesia Alami Depresi, Cuma 8 Persen yang Berobat diunduh 29 Agustus 2019,

Direktorat Jenderal Penataan Ruang (2008) mengenai: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan

Dzubak, J. (n.d.). Third Place diunduh 29 Agustus 2019,

Ellard, C. (2012) Stress and The City : How urban life affects the brain and what to do about it diunduh 29 Agustus 2019,

Forsyth, A. (2003). Measuring Density: Working Definitions for Residential Density and Building Density

Jakarta Smart City (2017) diunduh 29 Agustus 2019,

Sustainable Development Goals (2015) diunduh 29 Agustus 2019,

Wolf, K.L. (2016) Outside Our Doors : The benefits of cities where people and nature thrives diunduh 29 Agustus 2019,


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.