RUANG JEDA INTERAKTIF KEMBANGAN

Gary Santoso
| Abstract views: 106 | views: 110

Abstract

Urban density not only affects city development but can also affect the routine of the people. Departing from this routine, a feeling of saturation and stress arises, so a break is needed. The interlude in question can be in the form of recreational facilities to get out of the hustle and bustle of urban dense. Productive groups are the most vulnerable groups experiencing saturation and stress. The space between the dense urban environment that can function as a recreational facility in an open space, which can also function as a social space in a dense urban environment, contains activities that are healthy not only physically but also mentally which are expected to help reduce stress levels. South Kembangan is one of the areas that have the highest density level in Jakarta because it is a western primary center area which means the South Kembangan area will become a center of activity, especially in the West Jakarta Region. Based on these problems, Kembangan Interactive Breathing Space is proposed with the main entertainment program which is divided into two facilities namely recreation and relaxation in response to the impact of stress generated from community routines. Recreational facilities are divided into three zones namely perform, playful and creative play zones in the form of plazas and playground areas while relaxation facilities in the form of zones containing activities to escape mental and physical fatigue such as yoga, meditation, and fitness facilities in the form of gyms and sports fields.

 

Abstrak

Kepadatan perkotaan tidak hanya mempengaruhi perkembangan kota saja tapi dapat berdampak juga pada rutinitas masyarakatnya. Berangkat dari rutinitas inilah kemudian muncul perasaan jenuh dan stres sehingga diperlukan adanya jeda. Jeda yang dimaksud dapat berupa sarana rekreasi untuk keluar dari hiruk pikuk padatnya perkotaan. Masyarakat golongan produktif menjadi golongan yang paling rentan mengalami jenuh dan stres. Ruang jeda diantara padatnya lingkungan perkotaan yang dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi yang berada di ruang terbuka, yang juga dapat berfungsi sebagai ruang sosial ditengah padatnya lingkungan perkotaan, berisi kegiatan – kegiatan yang menyehatkan tidak hanya fisik tapi juga secara mental yang diharapkan mampu membantu mengurangi tingkat stress. Kembangan selatan merupakan salah satu wilayah yang memilki tingkat kepadatan yang paling tinggi di Jakarta karena merupakan wilayah sentra primer barat yang artinya wilayah Kembangan Selatan akan menjadi pusat aktivitas terutama di Kawasan Jakarta Barat. Berdasarkan permasalahan tersebut diusulkanlah Ruang Jeda Interaktif Kembangan dengan program utama entertainment yang dibagi menjadi dua fasilitas yaitu rekreasi dan relaksasi sebagai respon terhadap dampak stress yang dihasilkan dari rutinitas masyarakat. Fasilitas rekreasi terbagi menjadi tiga zona yaitu zona perform, playful dan creative play berupa plaza dan area playground  sedangkan fasilitas relaksasi berupa zona yang berisi kegiatan untuk melepaskan diri dari kelelahan mental dan fisik seperti yoga,  meditasi dan fasilitas kebugaran berupa gym dan lapangan olahraga.

Keywords

jeda; kepadatan; rekreasi; relaksasi; ruang sosial

Full Text:

PDF

References

Aldwin, C. M. (2007). Stress, coping, and development: An integrative perspective (2nd ed.).

Oldenburg, R. (1989). The Great Good Place: Cafes, Coffee Shops, Community Centers, Beauty Parlors, General Stores, Bars, Hangouts, and How They Get You Through the Day.

Jeffres, Leo W.; Bracken, Cheryl C.; Jian, Guowei; Casey, Mary F. "The Impact of Third Places on Community Quality of Life". Applied Research in the Quality of Life. 4 (4): 333–345

Richard J. Diedrich, & Stephen A. Kliment. (2005). Building type basics for recreational facilities. John Wiley & Sons.

Santrock, J.W. (2002). Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup, Jilid 2, Penerjemah: Chusairi dan Damanik). Jakarta: Erlangga.

Sarwono, S. (1992). Psikologi Lingkungan. Jakarta: Gramedia.

Taylor, J. and Evans, D. (2005) ‘Pulling together: keeping track of pedagogy, design and evaluation through the development of scenarios – A case study’, in special issue of Journal of Educational Media, publication due 2005.

The Creation of Place Design Team White Papers diperoleh dari http://www.embracetheplace.com/wpcontent/themes/EtP%20Theme/docs/3thirdplaces.pdf

Tjahjono, G (2000). Metode Perancangan Suatu Pengantar Untuk Arsitek dan Perancang. Jakarta: Universitas Indonesia

Woodham, A., & Peters, D. (1997). Encyclopedia of Healing Therapies

Wrightsman, dan Deaux. (1981). Social Psychology in the 80’s. Monterey, California: Brools.

Copyright (c) 2020 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.