SARANA REKREASI AIR DI BEKASI SELATAN

Karen Rafaela, Petrus Rudi Kasimun
| Abstract views: 63 | views: 52

Abstract

The rapid development of the population in this current era leads the growing population density. In daily life, we know the terms of  first-place and second-place (the place of work/school). As the era developments, each function of first-place and second-place is often combined and in the end it has no clear separation of functions between the two. From the issue, comes third-place to be an intermediate space between first-place and second-place to host activities that should be done outside of the both places. Bekasi as one of the most populous city in Indonesia has a large potential source such as Irrigation Channels Kalimalang which can be utilized as recreational facilities and also water treatment as an educational platform for the community and utilize existing technology. The method used in this project is the Behavior Setting Method, by observing the behavior patterns of surrounding communities supported by other methods such as mapping the pattern of human movements and the place that is the goal of the movement. With this method, the goals that we hoped is we can create a program that fits the habits of the community. The results obtained are a third-place with the main water recreation program, and supported by supporting program such as food-street, waterfront garden, cultural show, and commercial to suit the needs of the surrounding community.

 

Abstrak

Perkembangan penduduk yang pesat di era sekarang ini menyebabkan kepadatan penduduk yang terus meningkat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal istilah first-place (rumah) dan second-place (tempat bekerja/sekolah). Seiring perkembangan jaman, masing-masing fungsi dari first-place dan second-place seringkali menyatu dan pada akhirnya tidak memiliki pemisahan fungsi yang jelas diantara keduanya. Dari permasalahan tersebut, terbentuklah third-place untuk menjadi ruang perantara antara first-place dan second-place untuk mewadahi aktivitas yang seharusnya dilakukan di luar kedua tempat tersebut. Bekasi sebagai salah satu kota terpadat di Indonesia memiliki sumber potensi besar seperti Saluran Irigasi kalimalang yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan juga pengolahan air sebagai wadah edukasi bagi masyarakat dan memanfaatkan teknologi yang telah ada. Metode yang dipakai dalam proyek ini adalah Metode Behavior Setting, yakni dengan melakukan pengamatan terhadap pola perilaku masyarakat sekitar yang didukung dengan metode lain seperti melakukan pemetaan terhadap pola pergerakan manusia dan tempat yang menjadi tujuan dari pergerakan tersebut. Dengan metode ini, diharapkan dapat menciptakan program yang sesuai dengan kebiasaan yang ada di masyarakat. Hasil yang diperoleh ialah berupa sebuah third-place dengan program utama rekreasi air, dan didukung oleh program pendukung seperti food-street, waterfront garden, pertunjukkan budaya, dan komersial yang sesuai dengan kebutuhan masayarakat sekitar.

Keywords

behavior setting; rekreasi air; third-place

Full Text:

PDF

References

Eko, S. (2015). Panduan SDGs. [Electronic version]. Jakarta: International NGO forum on Indonesian Development.

Laurens, J. M. (2004). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT Grasindo

Massey, D. B (2005). For Space. London: Sage

Michelson, W. dan Reed, P. (1975). "The Time Budget”. dan Michelson, W. (Eds)

Oldenburg, R. (1989). The Great Good Place. New York: Marlowe & Company.Soja, E. W. (1996). Thirdspace. Malden (Mass.): Blackwell.

Schoggen, P. (1989). Behavior Settings: A Revision and Extension of Roger G. Barker's Ecological Psychology. Stanford: Stanford University.

Winata, S. (2019). Open Architecture. Materi Kuliah Stupa 8 Prodi 1 Arsitektur UNTAR, Jakarta (Jumat, 28 Juni 2019)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.