PUSAT SIMULASI ESPORT JAKARTA

Steven Chandra, Timmy Setiawan
| Abstract views: 87 | views: 66

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beragam dengan menggunakan pariwisata sebagai salah satu sumber devisa terbesar dengan 10,4 juta turis dengan peningkatan 7,2% per tahun pada 2016.  Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan asing, dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun. Indonesia merupakan negara pengguna dan pemain e-sport dengan peringkat ke-16 di dunia dengan lebih dari 43 juta orang Indonesia menyumbang menjadi pemain e-sport dengan dibantu Architourism. Namun dengan jumlah pengguna di cabang olahraga yang termasuk baru ini, Indonesia belum memiliki pusat E-sport yang berbasis simulator dengan teknologi yang memadai dan tempat pertandingan yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa Cabang Olahraga E-sport mulai merambah pada bidang Simulasi dan tidak hanya bergerak pada basis PC dan Mobile saja. Perkembangan teknologi yang cepat membuat di Indonesia-pun penggemar atau pemain bahkan atlit-atlit dari bidang cabang olahraga elektronik yang berbasis simulasi-pun mulai berdatangan dan berkembang. Berada dikawasan Cengkareng, Jakarta Barat dengan pertimbangan lokasi yang sangat strategis berada langsung di titik kawasan TOD Rawa Buaya. Konsep yang diangkat adalah retrofuturism yang diangkat bagian cyberpunk-nya. Bangunan memiliki beragam fungsi yakni kantor developer game, kantor atlit, pusat bermain, pusat komunitas, restoran robotik, retail, dan arena yang menjadi fungsi utama berkapasitas 4.567 orang.

Keywords

architourism; arena; esport; retrofuturisme; simulasi

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.