TEATER MUSIKAL JAKARTA

David Guntur Putra, Suryono Herlambang
| Abstract views: 63 | views: 36

Abstract

Pada era modern ini kegiatan wisata merupakan salah satu kebutuhan bagi masyarakat untuk melepas stress dan mencari suasana baru. Kegiatan wisata sendiri adalah kegiatan mencari hal baru yang berbeda dari kegiatan sehari hari yang sifatnya menyenangkan. Dalam konteks wisata kota, kegiatan wisata tidak dapat dilepaskan dari arsitektur. Kota pada umumnya sedikit memiliki sumber daya alam untuk mendukung kegiatan wisata, sehingga diperlukan campur tangan manusia untuk mewujudkanya. salah satu contoh sukses campurtangan arisitektur dalam wisata adalah pada museum Guggenheim di Bilbao. Museum Guggenheim di Bilbao yang sukses membangkitkan kota melalui wisata menjadi contoh peran arsitektur dalam wisata. Kota jakarta sebagai kota metropolis dan ibu kota negara indonesia memiliki beragam potensi wisata, dari banyaknya suku dan budaya yang berkumpul. Kota Jakarta sendiri dapat diibaratkan sebagai miniatur dari Indonesia karena keberagamanya. Banyaknya budaya yang dapat dipertunjukan ini memerlukan wadah yang cukup untuk menampilkanya. Pada kota jakarta sendiri sebagai kota metropolis juga belum memiliki wadah yang cukup untuk menampung potensi wisata kebudayaan ini. Berangkat dari kisah kesuksesan musium Guggenheim dan besarnya potensi buadaya jakarta maka hendaklah dibuat wadah wisata yang dapat menampung dan mempertunjukan keragaman budaya kota Jakarta.

 

Keywords

Budaya; Kota Metropolis; Pertunjukan; Wisata

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.