TAMAN HIBURAN TEMATIK DUNIA ANJING DI JAKARTA

Gracia Gracia, Stephanus Huwae
| Abstract views: 6 | views: 13

Abstract

Kehidupan di tengah kota metropolis melahirkan sebuah iklim hedonisme, dimana setiap orangnya merasa bahagia dengan hidup berfoya-foya dan komsuntif. Banyak orang yang secara tidak sadar menjadikan hedonisme sebagai tujuan hidup, seperti bekerja tanpa henti demi membeli rumah mewah. Banyak orang tidak sadar bahwa kesenangan mereka akan rumah mewah hanyalah kesenangan yang sementara. Begitu mendapatkan rumah mewah, harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah mewah tersebut yang juga mahal, seperti pajak dan perawatannya. Keinginan dalam iklim hedonisme akan terus bertambah sehingga dikatakan kebahagiaan yang di dapat hanyalah kebahagiaan sementara. Theme park dapat diartikan sebagai “realitas pengganti realitas”, yaitu suatu usaha untuk mewujudkan impian. Segalanya adalah mungkin, hingga pada akhirnya theme park mengkriteriakan faktor pengunjung yang bukan sebagai penonton melainkan juga sebagai pemain. Hewan menjadi daya tarik yang sangat diminati pada era ini karena pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan objek wisata yang hidup atau dapat dikatakan “hubungan dua arah”. Anjing merupakan hewan yang paling dekat dan bisa berinteraksi langsung dengan manusia secara aman dan menyenangkan. Anjing merupakan mahkluk sosial seperti halnya manusia. Anjing memiliki posisi unik dalam hubungannya dengan manusia. Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukkan anjing sangat mirip dengan konsep manusia tentang cinta dan persahabatan. Kedekatan anjing dan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia serta bersosialiasi secara intens dengan manusia, anjing maupun hewan lain.

Keywords

Hedonisme; Interaksi Langsung; Realitas

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.