WISATA ALAM LIAR

Dhea Bella, Franky Liauw
| Abstract views: 7 | views: 7

Abstract

Jakarta sebagai kota Metropolitan dengan penduduk mencapai 10.37 juta jiwa pada tahun 2017 telah menggusur keberanekaragaman flora dan faunanya. Hal ini terbukti dari hilangnya salah satu Maskot DKI Jakarta yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur No. 1796 Tahun 1989 yaitu Elang Bondol dari langit Jakarta. Hilangnya species ini disebabkan karena penggusuran habitat, terputusnya rantai makanan dan kurangnya pengertian dimana pada dasarnya manusia merupakan bagian dari alam yang harusnya segala kegiatannya berkesinambungan dengan alamnya. Proyek “Urban Wildlife Park (Wisata Alam Liar)” selain bermaksud untuk mengembalikan identitas kota Jakarta, juga membuka kesempatan untuk membuat lingkungan buatan yang tidak hanya digunakan untuk manusia seperti pada umumnya, namun dapat bersinergi dengan spesies lain yang berada didalamnya. Sehingga arsitektur dapat berkonstribusi kepada alam dan berkembang ke arah berkelanjutan, serta dapat menambahkan persentase ruang terbuka hijau seperti yang ditetapkan oleh Pemprov DKI (Luas Ruang Terbuka Hijau Jakarta baru mencapai 9,98% dari target 30% total luas wilayah DKI Jakarta).

Keywords

Wisata; Ekologi; flora dan fauna; rantai makanan

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.