SENTRA BUDIDAYA DAN KREASI MUSIK BAMBU DI KELURAHAN SETU, JAKARTA TIMUR

Jacinta Karina, Suryono Herlambang
| Abstract views: 51 | views: 42

Abstract

Kota merupakan tingkatan administratif dari sebuah pemerintahan. Di dalamnya terdapat fungsi – fungsi yang kompleks dan dihuni oleh masyarakat dengan berbagai aktivitas dan rutinitas, serta menjadi wadah bagi segala aktivitas, mata pencaharian, hunian, perdagangan, industry, pusat pemerintahan, dan lain – lain. Dari 24 jam, sebagian besar dihabiskan untuk bekerja dan belajar, sedangkan sebagian kecil dipergunakan untuk bersantai atau beristirahat. Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia, disebut sebagai kota metropolitan, karena menjadi pusat politik, ekonomi, pariwisata, sosial budaya masyarakat, dan lain – lain. Arsitektur dalam kota menunjukkan citra kota tersebut, menjadikan ikon dan symbol tertentu, serta dapat menaikkan status sosial kota dan lingkungan binaan. Bidang pariwisata dalam karya arsitektur diharapkan menjadi destinasi wisata bagi warga Jakarta, dan sekitarnya. Untuk itu penulis mengkaji dan menganalisa Sentra Budidaya dan Kreasi Musik Bambu di Kelurahan Setu, Jakarta Timur dengan menggunakan metode pemikiran desain. Saat ini, bambu mulai diperhitungkan oleh pemerintah, terutama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sebagai seni, bahan jadi untuk kehidupan sehari – hari, bahkan bangunan berstruktur dan material utama dari bambu. Peluang bambu di kemudian hari akan bertambah tinggi, bahkan akan perlahan menggantikan kayu karena dengan teknik – teknik tertentu, bambu lebih unggul daripada kayu, dan mudah diperbaharui. Dalam perdagangan dunia saat ini, bambu adalah salah satu komoditas paling strategis dan mempengaruhi perekonomian dunia.

 

Keywords

Bambu; Budidaya; Musik; Pariwisata; Pemikiran Desain

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.