Galeri Obat Tradisional dan SPA

Anastasia Wijayaputri, Eduard Tjahjadi
| Abstract views: 8 | views: 4

Abstract

Dalam buku Architectural Tourism - Building for Urban Travel Destinations oleh Jan Specht, dikatakan bahwa arsitektur memiliki di peran berbeda dalam pariwisata di perkotaan, yaitu sebagai arsitektur wisata (tourism architecture) dan wisata arsitektur (architectural Tourism). Wisata arsitektur mengacu pada arsitektur sebagai daya tarik wisata. Menurut World Health Organization (WHO), masyarakat dunia saat ini memiliki kecenderungan untuk kembali ke alam (back to nature) dalam hal menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya,  dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional yang salah satunya adalah pijat. Pijat sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak berabad-abad lalu. Pijat merupakan pengobatan tradisional Indonesia yang dilakukan turun temurun berdasarkan warisan leluhur, tradisi dan budaya bangsa Indonesia. Selain dengan pijat tradisional, peningkatan kecantikan dan kesehatan juga dapat dilakukan melalui konsumsi obat tradisional, yang dikenal di Indonesia sebagai jamu. Dari hasil survei yang dilakukan oleh kementerian perdagangan, dapat dilihat bahwa masyarakat dan pemerintah sependapat bahwa jamu merupakan produk budaya bangsa Indonesia yang patut dilestarikan. Proyek ini sejalan dengan program Kementerian Perdagangan “Jamu Indonesia Maju 2020” untuk meningkatkan pasar jamu di Indonesia dan mewujudkan jamu brand Indonesia serta peningkatan bisnis SPA di Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat menjadi wisata arsitektur di Jakarta yang dapat menarik turis maupun warga Jakarta, sebagai tempat rekreasi dan relaksasi yang dapat mengedukasi dan meningkatkan kecintaan mereka terhadap Obat Tradisional Indonesia.

Keywords

Obat Tradisional; SPA; Wisata Arsitektur

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.