RUANG WISATA CITRA TUBUH

Geniefe Vivenda, Alvin Hadiwono
| Abstract views: 90 | views: 139

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolis memiliki sekitar 47.000 media massa yang terdiri dari media cetak, radio, televisi dan media online, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah media massa paling banyak di dunia. Media massa sendiri menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi penyebaran citra tubuh negatif (negative body-image) dalam bentuk pembentuk standar tubuh ideal. Citra tubuh negatif memberi dampak negatif baik secara individu maupun sosial, seperti isu-isu body shamming, gangguan mental dan bahkan gangguan makan yang banyak bermunculan belakangan ini. Penanganan terhadap isu citra tubuh negatif pun menjadi tujuan dari perancangan proyek architourism ini. Program arsitektural diterjemahkan dengan menggunakan metode fenomologi berupa penggunaan unsur air dan kelembaban dan dikombinasikan dengan teknik terapi psikologi berupa Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dalam pengaplikasian programnya. Program yang dihasilkan akan lebih mengarah ke dimensi rohaniah (roh) guna mengimbangi dimensi rohaniah tubuh dalam proses pembaharuan persepsi yang pada umumnya lebih mengarah ke dimensi jasmaniah (fisikal). Penggunaan unsur air selain dapat memberikan makna pembaharuan bagi persepsi pengunjung yang berkaitan dengan citra tubuh saja, namun sekaligus menjadi katalis bagi citra kawasan sekitar, yakni Bukit Duri yang merupakan daerah permukiman KDB rendah nan padat serta memiliki citra rawan gusur dan banjir akibat lokasinya yang berada pada bibir sungai Ciliwung.

Keywords

metropolis; citra tubuh; architourism; rohani; katalis

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.