EVALUASI KETERSEDIAAN DAN KELAYAKAN SARANA PRASARANA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN KAWASAN WATERFRONT PARK STUDI KASUS SITU PEMDA, CIBINONG, KAB.BOGOR

Main Article Content

Khalsa Nurhanifah
Suryono Herlambang
Priyendiswara Agustina Bella

Abstract

Urban development in Cibinong has led to an increasing demand for adequate public open spaces, particularly blue spaces such as situ that serve ecological and social functions. Situ Pemda, located within the administrative center of Bogor Regency, has significant potential to be developed as a waterfront-based public space. However, the utilization of this area has not been optimal due to limitations and inadequacies in existing infrastructure when compared to urban public space standards. This study aims to evaluate the availability and feasibility of infrastructure facilities at Situ Pemda as a basis for the development of the Situ Front City area. The research employs a descriptive qualitative approach through field observations, interviews with relevant institutions, including BBWS, DPKPP, and Bappeda, and spatial analysis to assess physical conditions and accessibility. The results indicate that Situ Pemda benefits from a strategic location and good accessibility and is equipped with several basic facilities such as pedestrian paths, seating areas, toilets, and parking spaces. Nevertheless, the quality of these facilities does not yet fully meet the standards of comfort, safety, and sustainability required for waterfront public spaces. Limitations in material quality, pedestrian connectivity, facility cleanliness, and maintenance systems remain key challenges. Therefore, Situ Pemda can be classified as having a moderate level of readiness for waterfront public space development and requires targeted and sustainable improvements in infrastructure quality.


Keywords: Accessibility; infrastructure facilities; green open space; waterfront; lake


Abstrak

Perkembangan kawasan perkotaan di Cibinong berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan akan ruang terbuka publik yang layak, khususnya ruang biru seperti situ yang berfungsi secara ekologis dan sosial. Situ Pemda yang terletak di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang publik berbasis waterfront. Namun demikian, pemanfaatan kawasan ini belum optimal akibat keterbatasan dan ketidaksesuaian sarana prasarana dengan standar ruang publik perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kelayakan sarana prasarana di Situ Pemda sebagai dasar pengembangan kawasan Situ Front City. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan instansi terkait, yaitu BBWS, DPKPP, dan Bappeda, serta analisis spasial untuk menilai kondisi fisik dan aksesibilitas kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situ Pemda memiliki keunggulan dari aspek lokasi dan keterjangkauan, serta telah dilengkapi beberapa fasilitas dasar seperti jalur pedestrian, tempat duduk, toilet, dan area parkir. Meskipun demikian, kualitas fasilitas tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan ruang publik waterfront. Keterbatasan kualitas material, keterhubungan jalur pedestrian, kebersihan fasilitas, serta sistem pemeliharaan menjadi kendala utama. Dengan demikian, Situ Pemda berada pada tingkat kesiapan menengah untuk dikembangkan sebagai ruang publik waterfront dan memerlukan peningkatan kualitas sarana prasarana secara terarah dan berkelanjutan.

Article Details

Section
Articles

References

Arief Syaichu. (2009). Ekologi dan pengelolaan wilayah perairan darat. Jakarta: Badan Penerbit.

Hakim, R. (2012). Ruang terbuka hijau: Perencanaan dan pemanfaatannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. (2008). Peraturan Menteri PU No. 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Project for Public Spaces. (2008). What makes a successful waterfront? New York: PPS.

Puspita, D., Hadi, S., & Widiyanto, T. (2005). Pemanfaatan situ sebagai ruang publik dan rekreasi masyarakat. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 3(2), 45–56.

Roemantyo, R., Santoso, D., & Nurasmi, S. (2003). Permasalahan situ di wilayah perkotaan dan implikasinya terhadap lingkungan. Jurnal Sumber Daya Air, 1(1), 23–34.

Saleh, S., Nazarrudin, J., & Apriadi, R. (2013). Kajian kelengkapan fasilitas ruang publik dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial masyarakat. Jurnal Perencanaan Wilayah, 7(2), 112–121. Steiner, F., & Butler, K. (2007). Planning and urban design for the built environment. New York: McGraw-Hill.

Ubaidillah, S., & Maryanto, A. (2003). Pengelolaan situ di Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 2(1), 55–63.