STUDI EFEKTIVITAS MODUL KIOS MELALUI METODE REGENERATIF DI PASAR GANG CIKINI AMPIUN
Main Article Content
Abstract
The Cikini Ampiun Market is one of the traditional markets that has grown in the urban village area of Jakarta with a strong social character but faces various physical problems. The narrow, damp space, lack of natural lighting, and poor air circulation have reduced user comfort and the quality of the market environment. In addition, the dense and disorderly arrangement of stalls also reduces space efficiency and disrupts the social activities that are characteristic of the Cikini community. This study aims to determine the effectiveness of applying kiosk modules as a regenerative architectural approach in improving the quality of Cikini Market, which is defined as the level of achievement in improving natural lighting, air circulation, spatial comfort, and the quality of social interaction. The qualitative research methods used include spatial typology studies, observation of user activities, and analysis of lighting, ventilation, and social interaction aspects. The results of the study show that the application of a 3x3x3 meter kiosk module with an open and flexible system can improve air circulation and natural lighting, as well as create a more adaptive interaction space. Thus, the kiosk module has the potential to be an adaptive regenerative solution to changes in activity needs, environmental conditions, and the social dynamics of market users, while also improving physical conditions and strengthening the social and ecological life of the urban village community.
Keywords: Adaptive; Effectiveness Studies; Kiosk Module; Regenerative Architecture; Urban Village
Abstrak
Pasar Gang Cikini Ampiun merupakan salah satu pasar rakyat yang tumbuh di kawasan kampung kota Jakarta dengan karakter sosial yang kuat, namun menghadapi berbagai permasalahan fisik. Kondisi ruang yang sempit, lembap, minim pencahayaan alami, serta kurangnya sirkulasi udara menyebabkan turunnya kenyamanan pengguna dan kualitas lingkungan pasar. Selain itu, penataan kios yang padat dan tidak teratur juga menurunkan efisiensi ruang serta mengganggu aktivitas sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Cikini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan modul kios sebagai pendekatan arsitektur regeneratif dalam memperbaiki kualitas ruang Pasar Cikini, yang dimaknai sebagai tingkat ketercapaian peningkatan pencahayaan alami, sirkulasi udara, kenyamanan ruang, serta kualitas interaksi sosial. Metode penelitian kualitatif yang digunakan meliputi studi tipologi ruang, observasi aktivitas pengguna, serta analisis terhadap aspek pencahayaan, ventilasi, dan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modul kios berukuran 3x3x3 meter dengan sistem terbuka dan fleksibel mampu meningkatkan sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta menciptakan ruang interaksi yang lebih adaptif. Dengan demikian, modul kios berpotensi menjadi solusi regeneratif yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan aktivitas, kondisi lingkungan, dinamika sosial pengguna pasar, memperbaiki kondisi fisik, dan memperkuat kehidupan sosial dan ekologis masyarakat kampung kota.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur/ STUPA Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International LicenseReferences
Bachri, A. (2022). Pengembangan Kampung Kota dengan Pendekatan New Urbanism Settlements di Kota Semarang (Studi Kasus: Kelurahan Pendrikan Kidul). Vitruvian Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan, 12(1), 33-46. doi:10.22441/vitruvian.2022.v12i1.003
Badan Standarisasi Nasional. (2023). Skema Sertifikasi SNI Pasar Rakyat. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
Brata, I. B. (2016). Pasar Tradisional di Tengah Arus Budaya Global. Jurnal Ilmu Manajemen Mahasaraswati, 6(1), 1-12.
Brown, M., Naboni, E., & Havinga, L. (2019). Regenerative Definitions for Designers The Pillars of Regenerative Design. Dalam Cost, E. Naboni, & L. Havinga, Regenerative Design In Digital Practive: A Handbook for the Built Environment (hal. 25). Bolzano: Eurac Research.
Ellisa, E., Okabe, A., & Amemiya, T. (2019). JKTWS 2019: The Trading City. Jakarta: Megacity Design Lab. doi:10.13140/RG.2.2.35692.69763
Fahmy, A. S., Abdou, A. A., & Ghoneem, M. Y. (2019). Regenerative Architecture as a Paradigm for Enhancing the Urban Environment. PORT-SAID ENGINEERING RESEARCH JOURNAL, 23(2), 11-18. doi:10.21608/pserj.2019.49554
Felly, R., & Zulkia, D. R. (2023). Kajian Penerapan Regenerative Design pada Kampoeng Reklamasi Air Jangkang Bangka Belitung. Sinetika Jurnal Arsitektur, 20(2), 171-181. doi:10.23917/sinektika.v20i2.22556
Guney, Y. I. (2007). Type and typology in architectural discourse. BAÜ FBE, 9(1), 3-18.
He, M., & Qi, J. Y. (2019). Study on the Theory of Rafael Moneo Architectural Typology. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 592(1), 1-6. doi:10.1088/1757-899X/592/1/012105
Naboni, E., Azzali, S., & Imparato, M. (2025). Testing a Digital Sustainable Regenerative Teaching Framework in an Architectural Undergraduate Design Studio. Sustainability, 17(16), 1-11. doi:https://doi.org/10.3390/su17167237
Noviantri, R. U., Wiranegara, H. W., & Supriatna, Y. (2019). Jenis Ruang Publik di Kampung Kota dan Sense of Community Warganya (Kasus: Kampung Kali Apuran, Jakarta Barat). Jurnal Pengembangan Kota, 7(2), 191-198. doi:10.14710/jpk.7.2.191-198
Research Project: Megacities and the Global Environment. (2015). Sensible High Dencity. Jakarta: Tetsuzo Yasunari.
Santoso, J. P. (2013). Tipologi Membuka Ruang Bagi Fungsi dan Bentuk. Junal Kajian Teknologi, 9(2), 91-101.
Yuliasari, I. (2020). Hakekat Arsitektur Kampung Kota Dalam Konteks Filosofis. LAKAR Jurnal Arsitektur, 3(2), 118-124. doi:http://dx.doi.org/10.30998/lja.v3i2.7541