STRATEGI PEMROGRAMAN ARSITEKTUR REGENERATIF PADA KAMPUNG APUNG: INTEGRASI RUANG AKUAPONIK DAN KOMUNAL

Main Article Content

Giovanny Josefina Limuel
Olga Nauli Komala

Abstract

Kampung Apung in Kapuk, Cengkareng, West Jakarta, is a residential area affected by permanent flooding that has led to environmental degradation, limited communal space, and a decline in residents’ quality of life. These conditions have created an unhealthy living environment with restricted accessibility and inadequate public space. This study aims to formulate a regenerative architectural spatial program through the integration of communal spaces and aquaponics systems to support ecological recovery and strengthen social and economic interactions within the community. The research employs a descriptive qualitative approach through literature review and field observation to examine the relationship between residents’ daily activities, ecological conditions, and the potential of water-based productive spaces. The findings indicate that everyday activities such as social interaction, informal trading, worship, and the use of waterfront areas form dynamic social patterns that naturally generate shared spaces despite the physical limitations of the settlement. Based on these findings, the proposed strategy focuses on providing multifunctional communal spaces that can accommodate social and productive activities simultaneously. The aquaponics system is integrated as an ecological component as well as a medium for community-based economic and educational activities. Through the reciprocal relationship between communal spaces and productive systems, the programming is expected to improve environmental quality while reinforcing social cohesion and the collective identity of Kampung Apung.


Keywords:  Aquaponic; Communal; Degradation; Kampung Apung; Regenerative


Abstrak


Kampung Apung di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, merupakan kawasan permukiman yang mengalami degradasi lingkungan, keterbatasan ruang komunal, serta penurunan kualitas hidup masyarakat akibat genangan air permanen. Kondisi tersebut menjadikan lingkungan hunian tidak sehat, sulit diakses, dan minim ruang publik yang layak. Penelitian ini bertujuan merumuskan program ruang dengan arsitektur regeneratif melalui integrasi ruang komunal dan sistem akuaponik sebagai upaya pemulihan ekologis sekaligus penguatan interaksi sosial dan ekonomi warga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan observasi lapangan untuk mengkaji hubungan antara aktivitas keseharian masyarakat, kondisi ekologis, dan potensi ruang produktif berbasis air. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas berinteraksi, berdagang, beribadah, serta memanfaatkan tepian air membentuk pola sosial yang dinamis dan menjadi dasar terbentuknya ruang bersama meskipun dalam keterbatasan fisik kampung. Berdasarkan temuan tersebut, perancangan diarahkan pada penyediaan ruang komunal multifungsi yang mampu menampung aktivitas sosial dan produktif secara bersamaan. Sistem akuaponik diintegrasikan sebagai elemen ekologis sekaligus sarana ekonomi dan edukasi masyarakat. Melalui hubungan timbal balik antara ruang komunal dan sistem produktif, pemrograman diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan serta memperkuat kebersamaan dan identitas sosial Kampung Apung.

Article Details

Section
Articles

References

Adeline, P. (2024). Pemanfaatan Air Limbah Sebagai Sumber Daya Kampung Apung. Jurnal Stupa: Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, Vol 6, No 1, 135-148. doi:https://doi.org/10.24912/stupa.v6i1.27455

Anggiani, M., Ayudya, R. D. (2024). Spatial dynamics of social interaction space in Jakarta’s urban kampung. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA), Vol. 8 No. 2, 73-82. doi:https://doi.org/10.31101/juara.v8i2.4415

Brestianto, F. (2018). Eco Bike Retreat: Arsitektur Regeneratif Lahan Tambang Kapur Gresik. Jurnal Sains Dan Seni ITS, Vol. 7, No. 2, 132-136. doi:10.12962/j23373520.v7i2.35421

Cole, R. (2012). Regenerative Design and Development: Current Theory and Practice. Building Research and Information, Vol 40, No. 1, 1-6. doi:https://doi.org/10.1080/09613218.2012.617516

Goonewardena, K., Kipfer, S., Milgrom, R., Schmid, C. (2008). Space, Difference, Everyday Life: Reading Henri Lefebvre. Routledge.

Ibadi, R. W., Roosandriantini, J., Hidayat , A., Lestari, N. Y. (2025). Teori Production of Space Hneri Lefebvre dalam Konteks untuk Membaca Ruang di Indonesia. Journal of Architecture and Human Experience, Vol 3, No. 2, 193-202. doi:https://doi.org/10.59810/archimane.v3i2.175

Khairi, M., Agil, M. I. (2025). Strategi Desain Arsitektur dalam Menghadapi Kepadatan Penduduk di Kota Tangerang Selatan. Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain, Vol. 2 No. 3, 01-08. doi:https://doi.org/10.62383/realisasi.v2i3.651

Kuswartojo, T. (2015). ASAS KOTA BERKELANJUTAN DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA. Jurnal Teknologi Lingkungan BPPT, 1-6.

Mang, P., Reed, B. (2012). Designing from place: A regenerative framework and methodology. Building Research and Information, Vol. 40 No.1, 23-38. doi:10.1080/09613218.2012.621341

Masser, M., Rakocy, J. (2006). Recirculating Aquaculture Tank Production Systems: Aquaponics-Integrating Fish and Plant Culture. SRAC Publication, 1-17.

Prana, A. M. (2024). Adaptasi informal terhadap banjir di Jakarta Utara, Indonesia. Kemajuan dalam Perencanaan, 186, 22-30. doi: 10.1016/j.progress.2024.100851

Rizki, A., Suteja, M. S. (2022). Pengadaan Sumber Air Bersih Melalui Program Integrasi Hunian dan Pengolahan Air Hujan Studi Kasus: Kampung Apung, Jakarta Barat. Jurnal Stupa: Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, Vol 4 No. 2, 1137-1150. doi:https://doi.org/10.24912/stupa.v4i2.21804

Santi, W., Ardiyanto, A. (2025). Pola Penggunaan Ruang Komunal di Kampung Batik, Semarang. ARSITEKTA: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan, Vol. 7 No. 1, 50-60. doi:10.47970/arsitekta.v7i01.842

Shobihah, H. N., Yustiati, A., Andriani, Y. (2022). Produktivitas Budidaya Ikan Dalam Berbagai Konstruksi Sistem Akuaponik (Review). Jurnal Akuatika Indonesia, 34-41.

Tamariska, S. R., Septania, N. E. (2019). Peran Ruang Komunal Dalam Menciptakan Sense Of Community Studi Komparasi Perumahan Terencana Dan Perumahan Tidak Terencana. Jurnal Koridor, Vol. 10 No. 1, 65-73. doi:https://doi.org/10.32734/koridor.v10i1.1388

Widya, K., A. (2019). Pengaruh Aspek Sirkulasi Dalam Membentuk Integrasi Ruang Terbuka Publik Pada Sebuah Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus : Mall Kelapa Gading, Lippo Mall Kemang, dan Paris Van Java). Jurnal KaLIBRASI : Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri, 2(1), 27-42. doi:https://doi.org/10.37721/kalibrasi.v13i0.462

Yonathan, P., Alexander, G., Tangyong, D., Lianto, F. (2022). Ruang Publik Darat di Kampung Apung, Jakarta Barat. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, Vol. 5 No 2, 390-399. doi:10.24912/jbmi.v5i2.19246