RUANG TERAPI SENI SEBAGAI SOLUSI PENYEMBUHAN STRES DI JAKARTA BARAT

Aldo Setiawan, Alvin Hadiwono
| Abstract views: 26 | views: 22

Abstract

Stress is a global phenomenon that occurs to everybody. Stress is not a disease or flaw on a human body, it's more like a condition that can't be avoided. Even though it's not a disease, a continuous stress occurrence can lead to a lot of negative things and even a mental related disease. Stress had always been a global phenomenon even long before Covid 19 pandemic. But since Covid attacks, a lot of stress related problem has been detected. All of a sudden, all activity is being restricted making everything online based, people being infected, lost jobs and even losing loved ones. This leads to a whole new cause of stres. The impact of stress can affect daily activity which decreases the productivity and health. If this goes on, stress will increase and more people will suffer the risk of catching mental related disease. Through research, stress can be reduced by doing a number of therapy. Art therapy is one way to reduce stress levels by utilizing art as a medium. By designing a project that accommodate Art therapy and gallery as it’s second medium, it's believed that it can help decrease stress level.

 

Keywords:  Art gallery; Art therapy; Healing; Stress.

 

 

Abstrak

Stres Merupakan isu global dan hal yang dialami oleh setiap orang, stres bukanlah suatu penyakit atau kecacatan pada fisik manusia dan stres juga tidak bisa dihindari. Namun, paparan stres yang berlebihan dapat menyebabkan banyak dampak buruk terhadap manusia. Stres juga sudah menjadi isu bahkan sebelum adanya kasus pandemi seperti yang sedang dialami dunia saat ini. Faktanya yang terjadi sekarang semenjak adanya Pandemi Covid 19, banyak timbul masalah terkait stres baru di perkotaan. Pasalnya, suasana kota yang biasanya hiruk pikuk, aktifitas padat semuanya dibatasi secara mendadak membuat banyak kegiatan menjadi dilakukan secara daring. Hal ini menyebabkan tingkat stres meningkat bagi masyarakat dikarenakan banyak yang terinfeksi, kehilangan orang terdekat, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya. Dampak dari stres ini juga mengganggu keseharian masyarakat sehingga menurunkan tingkat produktifitas dan juga kesehatan mental bahkan sampai fisik. Jika hal ini dibiarkan berkelanjutan, maka tingkat stres akan terus meningkat dan kemungkinan masyarakat terkena penyakit mental juga akan meningkat. Stres dapat dikurangi dengan melakukan berbagai macam jenis terapi. Art Therapy merupakan salah satu bidang therapeutic yang mempergunakan kesenian sebagai medium untuk mengurangi tingkat stres pada seseorang.  Dengan membuat suatu proyek yang dapat menampung terapi seni dan juga galeri sebagai sarananya, tentu mampu membantu proses penyembuhan stres pada seseorang.

Keywords

Galeri seni; Penyembuhan; Stres; Terapi seni.

Full Text:

PDF

References

Azhari, N., & Rachmawati, M. (2017). Penggunaan Pendekatan Healing Architecture dan Konsep Therapeutic Spaces pada Rancangan Fasilitas Rehabilitasi Sosial bagi Korban Narkoba. Jurnal Sains dan Seni ITS, 6(2), G335-G340.

Christiani, Y., Mulyanto, A. W., & Wahida, A. (2021). Terapi Seni di Masa Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Panggung, 31(1), 106-116.

Jatira, Y., & Neviyarni, S. (2021). Fenomena Stres dan Pembiasaan Belajar Daring Dimasa Pandemi Covid-19. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 35-43.

Laksmana, A. (2020). Fasilitas Terapi Seni untuk Kesehatan Mental di Surabaya. eDimensi Arsitektur Petra, 8(1), 49-56.

Maftukha, N. Art Therapy Seni Lukis Ekspresif untuk Penderita Gangguan Kejiwaan di Unit Informasi Layanan Sosial (Uils) Meruya. Narada, 4(3), 325-333.

Romadhani, I., & Suryawan, W. A. (2017). Desain Ruang Relaksasi untuk Stres di Perkotaan dengan Penerapan Biophilic Design. Jurnal Sains dan Seni ITS, 6(2), G113-G116.

Santoso, J., & Sutisna, S. Ruang Seni Bebas Stres Tjikini. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(2), 1615-1626.

Setiadi, P., & Halim, M. (2020). Pusat Penyembuhan Orang Stres Di Cikini. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 1(2), 1257-1272.

Suyudhi, H., & Hadiwono, A. Rumah Seni Ruang Terapi. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(2), 2079-2090.

Triaz, G., & Hadiwono, A. (2019). Ruang Penyembuhan dengan seni rupa. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 1(1), 516-532.

Copyright (c) 2022 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.