RUANG KESADARAN DIALEKTIK, MAMPANG PRAPATAN, JAKARTA SELATAN

Angelita Permatasari Angkola, Alvin Hadiwono
| Abstract views: 108 | views: 106

Abstract

Living in the middle of the hustle and bustle of urban modernization, a high city lifestyle, dense environmental conditions, and the demands of work make people feel psychological pressure, so that the risk of stress in urban areas increases. In addition, rapid technological advances make it easier for metropolitan citizen to get stressors (stressful situations). This makes it more difficult for individuals to deal with stress due to social, economic and environmental demands that continue to affect our surroundings. When the citizen often under prolonged stress, it can cause mild mental disorders such as depression and anxiety disorders. Urban stress is not only caused by a person's personal condition but can also be caused by cities that are not supported by facilities and infrastructure for psychological comfort in urban areas.Therefore, the project "Dialectic Healing Space – Ruang Kesadaran Dialektik" seeks to create a space that becomes a place for therapy to various urban fatigue and busyness. A space that can be an emotional expression for those who experience stress. This design proposes is as a recreational space in the form of a spatial experience that can influence the senses and emotions of visitors through various dialectical media dedicated to achieving the healing process as a form of positive response to help reduce stress levels in the metropolitan by approaching the five senses, physical and psychological interactions of visitors.

 

Keyword: dense city activity; metropolitan; psychological; recreational space; stress

 

ABSTRAK

Hidup ditengah hiruk piruknya modernisasi perkotaan, gaya hidup yang tinggi, kondisi lingkungan yang padat, dan tuntutan pekerjaan membuat orang merasakan tekanan secara psikologis hingga semakin bertambahnya risiko stres terhadap masyarakat perkotaan. Selain itu, kemajuan teknologi yang pesat menyebabkan masyarakat metropolitan lebih mudah mendapatkan stressor (situasi penuh tekanan). Hal ini menyebabkan semakin sulitnya individu untuk menghadapi stres karena tuntutan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus mempengaruhi di sekitar kita. Apabila mengalami stres berkepanjangan dapat mengakibatkan gangguan jiwa ringan seperti depresi dan gangguan kecemasan. Stres perkotaan tidak hanya disebabkan oleh kondisi personal seseorang namun juga dapat disebabkan oleh perkotaan yang tidak didukung dengan sarana dan prasarana untuk kenyamanan psikologis di perkotaan. Oleh sebab itu, proyek “Dialectic Healing Space – Ruang Kesadaran Dialektik” ini berusaha untuk mewujudkan ruang yang menjadi tempat untuk “terapidari berbagai kepenatan dan kesibukan perkotaan. Ruang yang dapat menjadi pengekspresian emosi bagi mereka yang mengalami stres. Desain ini mengusulkan wadah rekreasi berupa pengalaman ruang yang dapat mempengaruhi panca indera dan emosi pengunjung melalui berbagai media dialektik yang didedikasikan untuk mencapai proses healing sebagai bentuk dari respon positif membantu mengurangi tingkat stres pada masyarakat metropolitan dengan melakukan pendekatan melalui panca indera, interaksi fisik dan psikologis pengunjung. Rancangan menggunakan pendekatan melalui metode biophilic design.

Keywords

kesibukan aktivitas kota; metropolitan; stress; tekanan psikologis; wadah rekreasi

Full Text:

PDF

References

Agkathidis. A. (2017). Biomorphic Structures. London : Laurence King Publishing

Calabrese. E. F., Kellert. S. R. (2012). The Principles and Benefits of Biophilic Design. The Practice of Biophilic Design, 01, 6-19.

Hasan. (2008). Pengantar Psikologi Kesehatan. Jakarta: Grasindo

Notosoedirdjo & Latipun. (2005). Kesehatan Mental, Konsep dan Penerapan. Jakarta: EGC

Pena, W. M. (2001). Problem Seeking: An Architectural Programming Primer. Hoboken, N.J. : Wiley

Taylor. (2003). Health Psychology. New York: MeGraw Hill.

Watson, R. (2010). Future Files: A Brief History of The Next 50 Years. London : Nicholas Brealey

Copyright (c) 2021 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.