PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI DEWASA AWAL (18-40 TAHUN) DI WILAYAH PUSKESMAS BROMO MEDAN TAHUN 2017

Rina Andriani Harahap, R. Kintoko Rochadi, Sorimuda Sarumpae
| Abstract views: 956 | views: 5594

Abstract

Secara global sekitar 17 juta kematian pertahun akibat penyakit kardiovaskular, hampir sepertiga dari total penduduk dunia. Dari data tersebut, komplikasi dari hipertensi mengakibatkan 9,4 juta kematian setiap tahun. Prevalensi hipertensi di Indonesian yang didapat melalui pengukuran tekanan darah  pada penduduk umur 18 tahun  ke atas yaitu sebesar 25,8%. Prevalensi hipertensi di Sumatera utara berdasarkan diagnosis oleh tenaga kesehatan sebesar 6,8%. 31,7% atau 1 dari 3 orang mengalami hipertensi. Sekitar 75% penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi. Mereka baru menyadari jika telah terjadi komplikasi. Di Indonesia, ancaman hipertensi tidak boleh diabaikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah penderita hipertensi yang setiap waktu semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aktivitas fisik  terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa awal (18-40 tahun) di wilayah Puskesmas Bromo Medan tahun 2017. Jenis penelitian adalah ini adalah studi analitik observasional dengan menggunakan desain case control. Sampel penelitian sebanyak 44 kasus dan 44 kontrol yang ditetapkan secara consecutive sempling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa awal (18-40 tahun) dengan nilai  p= 0,010 OR= 3,095 (95%CI: 1,292-7,417). Disimpulkan bahwa laki laki dewasa awal (18-40 tahun) yang beraktivitas fisik ringan memiliki perkiraan risiko 3 kali akan terkena hipertensi dibandingkan dengan yang beraktivitas fisik sedang dan berat.

Keywords

hipertensi; aktivitas fisik; 18-40 tahun

Full Text:

PDF

References

Anggraeni,R., Wahiduddin, Rismayanti, 2013. Faktor Risiko Aktivitas Fisik, Merokok, dan

Konsumsi Alkohol terhadap Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja

PuskesmasPattingalloang Kota Makassar.Universitas Hasanuddin.

Atun,T., Siswati, T., Kurdanti, W., 2014. Asupan Sumber Natrium, Rasio Kalium, Aktivitas

Fiisk dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Yogyakarta: Politekhnik Kemenkes

Yogyakarta.

FAO/WHO/UNU, 2001. Human Energy Requirement, Report of a Joint FAO/WHO/UNU

Expert Consultation. Rome.

Ilyasa,F., G., Abduh, R., Indah, B., 2013. Hubungan antara Obesitas, Pola Makan, Aktivitas

Fisik, Merokok, dan Lama Tidur dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia (Studi Kasus di

Desa Limbung Dusun Mulyorejo dan Sido Mulyo Posyandu Bunda Kabupaten Kubu

Raya).FIK UMP.

Kemenkes RI, 2013. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Penyakit Tidak Menular,

Jakarta. 2013. Riset Kesehatan Dasar, Jakarta: Diakses 10 April 2017; http://www.

depkes.go.id

Kemenkes, 2014. Data dan Informasi Kesehatan Provinsi Sumatera

Utara.Diakses10April2017.;http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusda

tin/kunjungan kerja/sumut/20des%014.pdf.

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta :

Salemba Medika.

Riskesdas, 2007. Laporan Riset Kesehatan Dasar Provinsi Sumatera Utara, Jakarta: Diakses10

April 2017; http://.depkes.co.id

Sastroasmoro, Sudigdo., Ismael Sofyan, 2016. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi

ke 5 Revisi, Jakarta : CV. Sagung Seto.

Trinyanto, E, 2014. Pelayanan Keperwatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu,

Yogyakarta: Graha Ilmu.

WHO,2010. Physical Activity. In Guide to Community Preventive Service.

WHO,2013. A Global Biefton Hypertension. Diakses 10 april 2017;

http://iskworld.com/downloads/pdf/global_bieft_hypertension.pdf

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.