ANALISIS RISIKO DAN PENCEGAHANNYA PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI DARI SISI KONTRAKTOR

Bernardus Calvin, Johny Johan
| Abstract views: 19 | views: 13

Abstract

The increasing number of population is increasing every year in the capital city of Jakarta, but is not proportional to the limitations of existing land at this time. Therefore, vertical construction or high rise building is one of the right solutions to overcome these problems. This study aims to identify the dominant risks involved in implementing high-rise building construction projects, obtain problem solving and provide recommendations or appropriate control over these risk variables. The research method was carried out by obtaining literature data from various journals and previous research, validating variables together with experts, distributing questionnaires to the respondents, then the data was processed with the help of the AHP (Analytical Hierarchy Process) method to determine the priority interests of the performance attributes and gives the weight of the rating of the parameter scale used. There are 9 risk categories in this study including safety, health & environment, critical material & supply management, contractor quality, subcontractor & vendor, engineering, project management, financial, human resources and external, which consists of 64 risk variables. The results of the data analysis found 21 variables included in the high risk category. Of the 21 variables, the most dominant risk variable is the design change variable from the owner. Preventive action or appropriate control of this risk variable can be done by the contractor by notifying the owner that the work of the change affects the cost and time of the project, then the process must follow the rules of the contract used, the purpose of the process is that the owner gives SI (site instruction) to the contractor for design changes until it is approved as a VO (variation order) by the owner.

 

ABSTRAK

Pertambahan jumlah penduduk setiap tahun semakin meningkat di daerah ibukota Jakarta tetapi tidak sebanding dengan keterbatasan lahan yang ada pada saat ini. Oleh karena itu, pembangunan secara vertikal atau gedung bertingkat merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko dominan yang terdapat dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi, mendapatkan pemecahan masalah dan memberikan rekomendasi atau kontrol yang tepat terhadap variabel risiko tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan mendapatkan data-data literatur dari berbagai jurnal dan penelitian terdahulu, melakukan validasi variabel bersama dengan para pakar, menyebarkan kuesioner kepada para responden, selanjutnya data diolah dengan bantuan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menentukan kepentingan prioritas dari atribut kinerja dan memberikan bobot penilaian terhadap skala parameter yang digunakan. Terdapat 9 kategori risiko dalam penelitian ini antara lain safety, health & environment, critical material & supply management, contractor quality, subcontractor & vendor, engineering, project management, financial, human resource dan external yang di dalamnya terdiri dari 64 variabel risiko. Hasil dari analisis data didapatkan 21 variabel yang temasuk ke dalam kategori risiko tinggi. Dari 21 variabel tersebut, variabel risiko yang paling dominan adalah variabel perubahan desain dari owner. Tindakan pencegahan atau kontrol yang tepat terhadap variabel risiko ini dapat dilakukan oleh kontraktor dengan memberikan notifikasi kepada owner bahwa pekerjaan atas perubahan tersebut berpengaruh pada nilai biaya dan waktu proyek, kemudian prosesnya harus mengikuti kaidah-kaidah kontrak yang digunakan, maksud prosesnya adalah dari owner memberikan SI (site instruction) kepada kontraktor atas perubahan desain sampai disetujui sebagai VO (variation order) oleh owner.

Keywords

AHP; Gedung Bertingkat Tinggi; Identifikasi Risiko; Risiko Manajemen

Full Text:

PDF

References

Cortin, R. (2014). The Identification and Reduction of Risk in Project Management, p. 26.

Indah, A. (2017). Evaluasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Bangunan Gedung Di Kabupaten Cirebon, Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 19 (1).

Project Management Institute (2013). A Guide to The Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide), Fifth edition, Project Management Institute, Inc, Newtown Square, Pennsylvania.

Project Management Institute (2017). A Guide to The Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide), Sixth edition, Project Management Institute, Inc, Newtown Square, Pennsylvania.

Saaty, T.L. and Tran, L.T. (2007). On The Invalidity of Fuzzifying Numerical Judgments In The Analytic Hierarchy Process”, ISAHP, Chile.

Yuliana, C. and Hidayat, G. (2017). Manajemen Risiko Pada Proyek Gedung Bertingkat di Banjarmasin. Info Teknik, 18 (2), 255-270

Zhou, C., Wang, B. and Guo, Y. (2014). An Innovative Application of AHP and Value Engineering Techniques in Project Management of High-Rise Buildings, ICCREM 2014, International Conference on Construction and Real Estate Management, American Society of Civil Engineers, Kunming, China.

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.