MEWARNAI PERJALANAN MASUK: RANCANGAN ULANG KORIDOR DI TKK SANG TIMUR JAKARTA BARAT
Main Article Content
Abstract
Masa awal pertumbuhan merupakan fase penting dalam membentuk pemikiran dan kreativitas anak, di mana lingkungan sekitar, termasuk elemen fisik dan arsitektural, memainkan peran besar. Lingkungan pendidikan harus mampu mendukung perkembangan kreativitas anak, namun banyak taman kanak-kanak belum menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan psikologis dan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan menerapkan aspek psikologi arsitektur pada taman kanak-kanak untuk menciptakan ruang yang mendukung kreativitas dan pertumbuhan anak. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan, khususnya dalam psikologi arsitektur, dengan menyoroti hubungan desain lingkungan fisik dan perkembangan psikologis anak. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi untuk desain ruang pendidikan anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif analitis untuk mengidentifikasi tata ruang yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini mengevaluasi fasilitas dan desain lingkungan di Taman Kanak-Kanak Sang Timur, yang secara umum dinilai memadai namun memiliki kekurangan, terutama di koridor utama. Koridor yang panjang, kurang berwarna, dan monoton memberikan kesan tidak nyaman bagi anak, khususnya yang baru pertama kali masuk. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti merekomendasikan desain seperti pola lantai interaktif untuk daya tarik visual, atap transparan untuk pencahayaan alami, tanaman hias untuk suasana segar, dan dinding dengan warna cerah. Implementasi rekomendasi ini diharapkan menciptakan lingkungan taman kanak-kanak yang lebih menarik, mendukung kreativitas, dan meningkatkan kenyamanan serta perkembangan psikologis anak.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors transfer copyright or assign exclusive rights to the publisher (including commercial rights)
References
Analisadaily. (2016). Penerapan dan manfaat psikologi arsitektur. Analisadaily.com. https://analisadaily.com/berita/arsip/2016/7/23/251801/penerapan-dan-manfaat-psikologi-arsitektur/
Anbari, M., & Soltanzadeh, H. (2015). Child-oriented architecture from the perspective of environmental psychology. European Online Journal of Natural and Social Sciences, 3(3, Special Issue), 137–144. https://european-science.com/eojnss_proc/article/view/4463
Haibunda. (2020). Kenali 13 karakteristik anak usia dini demi mendukung perkembangannya. Haibunda. https://www.haibunda.com/parenting/20201014183433-61-167261/kenali-13-karakteristik-anak-usia-dini-demi-mendukung-perkembangannya
Hamayoun, H. (2021). Kindergarten architectural designing or planning principles. European Journal of Agricultural and Rural Education, 2(10), 16–18. https://scholarzest.com/index.php/ejare/article/view/1325
Kaplan, R. (1983). The Role of Nature in the Urban Environment. In The Urban Environment (pp. 200-215). New York: Wiley.
Küller, R., Mikellides, B., & Janssens, J. (2009). Color Design and Emotion. Journal of Environmental Psychology, 29(1), 1-10.
Martini, M. S. (2023). Perkembangan kognitif pada anak usia dini. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/372030194_PERKEMBANGAN_KOGNITIF_PADA_ANAK_USIA_DINI#fullTextFileContent