POTENSI KEHANCURAN TANAH LANAU KELEMPUNGAN YANG DIPADATKAN DI LABORATORIUM DENGAN KANDUNGAN LEMPUNG YANG BERBEDA

Aniek Prihatiningsih, Alfred Jonathan Susilo, Gregorius Sandjaja Sentosa
| Abstract views: 94 | views: 137

Abstract

Kehancuran tanah mendadak (Collapsible soil) adalah tanah yang mengalami penyusutan volume secara ekstrim dan mendadak. Peremeter yang menggambarkan kehancuran mendadak dilihat dari nilai Cp (potensi collapse), semakin meningkat nilai Cp maka tingkat kesulitannya akan semakin besar. Pemadatan tanah yang dilakukan dalam kondisi lebih kering daripada kadar air optimum cenderung dapat terjadi kehancuran mendadak (collapsible soil). Tanah yang mengandung lempung yang lebih banyak telah diuji pemadatan di laboratorium pada kondisi lebih kering daripada kadar air optimum (95% lebih kering dari kadar air optimum) untuk mengetahui potensi kehancuran mendadak. Tanah yang dipadatkan tersebut diuji pada alat konsolidasi dengan kondisi awal tanpa direndam pada tegangan prakonsolidasi, kemudian contoh tanah direndam 24 jam dengan kondisi diberi tegangan tetap pada tegangan prakonsolidasi. Tanah yang mengandung lempung lebih banyak akan memperlihatkan potensi kehancuran mendadak yang lebih rendah dibandingkan tanah yang mengandung lempung lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kehancuran mendadak pada tanah dengan kandungan lempung yang berbeda. Contoh tanah yang di teliti diambil dari Sidrap-Sulawesi Selatan dan Citra-Banten. Penelitian dilakukan di laboratorium makanika tanah universitas Tarumanagara. Hasil pengujian karakteristik tanah menunjukkan tanah Sidrap-Sulawesi dan tanah Citra-Banten dengan menggunakan AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) keduanya tergolong dalam jenis yang sama yaitu A-7-5. Dari hasil pengujian kandungan lempung untuk tanah Sidrap-Sulawesi sebesar 17.42% dan Citra-Banten sebesar 10.53%. Tanah Citra-Banten memiliki kandungan lempung lebih sedikit memperlihatkan potensi kehancuran mendadak yang lebih rendah.  

 

Sudden destruction of land (Collapsible soil) is land that experiences extreme and sudden volume depreciation. Peremeter which illustrates the sudden collapse seen from the value of Cp (potential collapse), the more the value of Cp, the greater the difficulty level. Soil compaction carried out in conditions drier than the optimum moisture content tends to occur sudden destruction (collapsible soil). Soil containing more clay has been tested compaction in a laboratory at drier conditions than the optimum moisture content (95% drier than the optimum water content) to determine the potential for sudden destruction. The compacted soil is tested on a consolidation tool with initial conditions without being immersed at the preconsolidation stress, then the soil sample is soaked for 24 hours with a constant stressed condition at the preconsolidation voltage. Soils containing more clay will show a lower potential for sudden destruction than soils containing less clay. The purpose of this study is to determine the potential for sudden destruction on soils with different clay contents. Examples of examined soil were taken from Sidrap-South Sulawesi and Citra-Banten. The study was conducted at the Tarumanagara University soil food laboratory. The results of the soil characteristics test show that Sidrap-Sulawesi and Citra-Banten soils using AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) are both classified in the same type, A-7-5. From the test results the clay content for Sidrap-Sulawesi was 17.42% and Citra-Banten was 10.53%. Citra-Banten soil has less clay content showing a lower potential for sudden destruction.

Keywords

Pemadatan tanah; kehancuran mendadak tanah (collapsible soil); kadar air optimum; uji kehancuran tanah; uji konsolidasi

Full Text:

PDF

References

American Association of State Highway and Transportation Organization (AASHTO), (2011), Standard Specification for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing, Washington D.C.

American Society for Testing and Materials (ASTM) (2009), Soil and Rock (I), Vol. 04.08, Pennsylvania, USA.

Jennings JE and Knight K (1975) A guide to construction on or with materials exhibiting additional settlement due to collapse of grain structure. Proceedings of the 6th Regional Conference for Africa on Soil Mechanics and Foundation Engineering, Durban, South Africa. Proc. 6th African Conf. Soil Mech. Found. Engg, Durban, 99- 105.

Moghadam MJ, Moghadam HA and Rahmannejad R (2006) Urban tunneling in collapsible soil (case study: the Kerman Metro). Proceedings of the National Conference on Retrofitting of Iran, Tabriz, Iran.

Sentosa, G. S., Aniek P., Djunaedi K. (2015), Uji Desak Bebas terhadap Material Tanah untuk Mengevaluasi Batas-batas Kinerja untuk Struktur Perkerasan Jalan yang Memiliki Ketahanan 50 Tahun, Universitas Tarumanagara, Jakarta.

SNI (Standar Nasional Indonesia) (2016), Cara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium, SNI 8072:2016

US Department of Transportation (2006) Soil and Foundation, Reference Manual. US Department of Transportation, Washington, DC, USA, vol. I, publication no. FHWA NHI-06-088, section 5-21.

Copyright (c) 2019 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.