PENGEMBANGAN PROPERTI SKALA BESAR DI KAWASAN PESISIR METROPOLITAN JAKARTA: POTENSI PASAR DAN TANTANGAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN
Main Article Content
Abstract
Pengembangan skala besar di Jabodebatek diawali dengan Bumi Serpong Damai pada tahun 1985 dan terus berkembang hingga kini dimana jumlah pengembangan skala besar di Jabodetabek saat ini mencapai 32 proyek dengan total luas lebih dari 85.000 Ha. Adapun pengembangan skala besar yang paling baru adalah Pantai Indah Kapuk. Dimulai dengan pengembangan di PIK 1 dengan luas 602 Ha pada awal 2000 dengan pengembangan pergudangan, PIK kini berkembang dengan luas total pengembangan lebih dari 8.000 Ha yang terdiri dari pengembangan di DKI Jakarta, 2 pulau reklamasi, dan pengembangan di Kabupaten Tangerang. Luas pengembangan tersebut membuat banyak peluang untuk pengembangan yang dapat dilakukan di Pantai Indah Kapuk. Namun lokasinya yang berbatasan langsung dengan Teluk Jakarta dan kedekatan dengan Kepulauan Seribu, membuat tantangan tersendiri terutama di bidang keberlanjutan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peluang dan tantangan dari pengembangan skala besar di tepi pantai. Adapun studi dilakukan dengan metode spatial mapping dan analisis deskriptif yang dapat menggambarkan perkembangan dari Pantai Indah Kapuk secara spasial untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh. Studi ini merupakan bagian dari studi besar mengenai Transformasi Pengembangan Skala Besar di Jabodetabek yang dilakukan oleh tim dosen di Program Studi Perencanaan Kota dan Real Estat Universitas Tarumanagara. Hasil dari studi ini adalah profil awal dari Pantai Indah Kapuk sebagai bagian dari transformasi pengembangan skala besar di Jabodetabek yang saat ini sedang berlangsung.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors transfer copyright or assign exclusive rights to the publisher (including commercial rights)
References
Aditiasari, D. (2024, March 26). Profil 2 Pengembang PIK, Proyek di Ujung Jakarta yang Masuk PSN. Detikproperti. https://www.detik.com/properti/berita/d-7261758/profil-2-pengembang-pik-proyek-di-ujung-jakarta-yang-masuk-psn
Aminullah, M. (2024, October 4). Lagi, sampah kiriman cemari perairan Pulau Pari. WALHI Jakarta. https://walhijakarta.org/lagi-sampah-kiriman-cemari-perairan-pulau-pari/
Ibrahim, R. A. (2023, December 16). Wisata Tanpa Sampah, ASA Kepulauan Seribu. kompas.id. https://www.kompas.id/baca/muda/2023/12/16/wisata-tanpa-sampah-asa-kepulauan-seribu
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. (2016, June 9). Kapal Pengangkut Sampah di Pulau Seribu Dikeluhkan. https://pulauseribu.jakarta.go.id. https://pulauseribu.jakarta.go.id/post/2016-06-09/kapal-pengangkut-sampah-di-pulau-seribu-dikeluhkan-
Laksono, M. Y. (2024, March 24). PSN Baru di PIK 2, Kawasan Pariwisata Bernilai Investasi Rp 65 Triliun. KOMPAS.com. https://www.kompas.com/properti/read/2024/03/24/130000921/psn-baru-di-pik-2-kawasan-pariwisata-bernilai-investasi-rp-65-triliun#google_vignette
Liong, J. T., & Herlambang, S. (2011). Evaluasi 25 tahun Pengembangan Perumahan Skala Besar (Kota Baru) di Jabodetabek [Dataset]. LPPI Untar.
United Nations. (n.d.). Sustainable Development Goals; United Nations. Retrieved September 1, 2024, from https://sdgs.un.org/goals#history
United Nations Publications. (2023). The Sustainable Development Goals Report 2023: Special Edition. United Nations. https://unstats.un.org/sdgs/report/2023/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2023.pdf
Violleta, P. T. (2024, October 22). Menteri LH akan evaluasi wacana penghentian impor sampah. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4414577/menteri-lh-akan-evaluasi-wacana-penghentian-impor-sampah#:~:text=Menurut%20data%20Sistem%20Informasi%20Pengelolaan,21%20persen%20diantaranya%20tidak%20terkelola.
WIOMSA, UN-Habitat, 2021. Coastal Cities of the Western Indian Ocean Region and the Blue Economy: Status Report. Western Indian Ocean Marine Science Association and UN-Habitat, Zanzibar, Tanzania.