POLA - POLA PEMANFAATAN TROTOAR OLEH PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN MANGGA BESAR – JAKARTA

Freddy Kurniawan
| Abstract views: 136 | views: 119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola-pola pedagang kaki lima di Jalan Mangga Besar. Jalan Mangga Besar yang identik dengan hiburan malam dan wisata kulinernya membuat pedagang kaki lima betah untuk berdagang di lokasi tersebut. Pedagang kaki lima tersebut memiliki pola-pola dalam berdagang. Terdapat pedagang yang berdagang secara menetap dan juga setengah menetap. Secara legalitas, terdapat pedagang kaki lima yang non binaan dan juga binaan. Keberadaan pedagang kaki lima binaan ini diatur waktu dan lokasi berdagangnya oleh pemerintah. Pedagang kaki lima non binaan biasanya hanya ijin atau sewa secara tidak sah kepada juru parkir sekitar. Peneliti langsung datang ke lapangan untuk melihat situasi lapangan dan melakukan sesi wawancara kepada beberapa pedagang kaki lima di Jalan Mangga Besar dan pihak kelurahan setempat. Pedagang kaki lima non binaan ini memanfaatkan trotoar dan bahu jalan untuk lokasi berdagang mereka, dan juga menimbulkan kemacetan. Sehingga dibutuhkan desain penempatan pedagang kaki lima non binaan. Sehingga keberadaan pedagang kaki lima non binaan di Jalan Mangga Besar tidak mengganggu akses pejalan kaki yang ingin menggunakan trotoar.

 

This study aims to determine the patterns of street vendors on Jalan Mangga Besar. Jalan Mangga Besar, which is synonymous with nightlife and culinary tourism, makes street vendors feel comfortable to trade at this location. These street vendors have patterns in trading. There are traders who trade permanently and also half settled. Legally, there are non-fostered and non-assisted street vendors. The existence of these fostered street vendors is regulated by the government at the time and location of trading. Non-trained street vendors are usually only licensed or illegally rented to the parking attendants around. Researchers immediately came to the field to see the field situation and conducted interview sessions with several street vendors on Jalan Mangga Besar and the local kelurahans. These non-assisted street vendors utilize sidewalks and shoulders for their trading locations, and also cause congestion. So it takes the design of placement of non-fostered street vendors. So that the presence of non-fostered street vendors on Jalan Mangga Besar does not interfere with access of pedestrians who want to use the sidewalk.

Keywords

Pedagang kaki lima; Pola-Pola Berdagang; Mangga Besar; Trotoar; Desain

Full Text:

PDF

References

Betawikiteblog. (2016). Kondisi di Jakarta, Mangga Besar Raya. https://betawikiteblog. wordpress.com/2016/04/04/mangga-besar-raya/

Carr, Stephen, et all. (1992). Public Space. USA: Cambridge University Press.

Darmawan, Edy. (2007). Peranan Ruang Publik dalam Perancangan Kota (Urban Desain). Pidato Pengukuhan Guru Besar pada Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Arsitektur. Semarang: Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Haris, D Muhammad. (2011). Strategi Pengembangan Usaha Sektor Informal Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Dan Penanggulangan Kemiskinan Di Perkotaan. Serang: Prodi Administrasi Negara FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Kawarazuka. N, Bene, C, Prain, G. (2017). Adapting To A New Urbanizing Environment: Gendered Strategies Of Hanoi’s Street Food Vendors. International Institute for Environment and Development (IIED). Volume 30 (1), page 233 – 248.

Lubis, F. (2018). Jakarta 1950 - 1970. Cetakan Pertama (Edisi Kompilasi), Masup Jakarta.

Manning, Cris dan Tajuddin Noer. (1989). Urbanisasi, Pengangguran dan Sektor Informal di

Kota. Jakarta: Gramedia.

Nugroho, Fajar A. (2010). Penataan Sektor Informal Di Belakang Kampus UNS Studi Kasus Dampak Ekonomi Pada Pedagang Di Pasar Panggungrejo Jebres, Surakarta. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

Pribadi, Max Agung. (2015). Tanggulangi Kemacetan, PKL di Taman Sari Ditata. http://wartakota.tribunnews.com/2015/03/28/tanggulangi-kemacetan-pkl-di-taman-sari- ditata.

Puspitasari, A Wulan. (2010). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Migrasi Sirkuler Ke Kabupaten Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro.

Sari, H Rachma. (2012). Jejak Langkah dan Karya 13 Gubernur Jakarta. https://www.merdeka.com/peristiwa/jejak-langkah-dan-karya-13-gubernur-jakarta.html

Surya, Octora L. (2006). Kajian Karakteristik Berlokasi Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Sekitar Fasilitas Kesehatan. Semarang: Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Tunas, D. (2008). The Spatial Economy In The Urban Informal Settlement. Faculteit Sociale Wetenschappen, Katholieke Universiteit Leuven.

Wauran, Patrick C. (2012). Strategi Pemberdayaan Sektor Informal Perkotaan Di Manado. Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi.

Copyright (c) 2019 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.