EVALUASI RUANG PUBLIK SEBAGAI RUANG SOSIAL YANG RAMAH ANAK PADA PEREMAJAAN RUSUNAWA TAMBORA

Mekar Sari Suteja, Dewi Ratnaningrum, Diah Anggraini

Article Metrics

Abstract view : 128 times
PDF - 19 times

Abstract

The policy on the implementation of development and maintenance of Child Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA) in early 2015 is an effort of the Jakarta Provincial Government to increase social interaction between residents living in high-density dwellings so that mutual cooperation can be formed. The acceleration of the construction of Flats and its renovation, which is largely devoted to Low-Income Communities in Jakarta and demanding efficient land use, is often not child-friendly and ignores the need for social interaction of citizens on the grounds of being able to get large public open spaces. This research was conducted at the Tambora Baru Flats which was the result of renovation of the old towers that were already unfit for both physical, and social problems of the residents (Ratnaningrum & Suteja, 2012). This study aims to evaluate the post-habitation use of child-friendly public spaces that occur in shared spaces in the Tambora Baru Flats, which is considered as one of the 3 pilot Flats in Jakarta. The method used is qualitative descriptive which refers to the post-occupancy evaluation method. Data collection was carried out using participant observation method, in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD), as well as through surveys with questionnaires, photographs and mapping. The result of this study is expected to be an input for the design and provision of public space as child-friendly social interaction space in the construction or renovation of high-rise flats in Jakarta.
Keywords: evaluation, public space, social space and child friendly



Kebijakan mengenai pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada awal tahun 2015 merupakan usaha Pemprov DKI dalam meningkatkan interaksi sosial antar warga yang tinggal di hunian berkepadatan tinggi agar sifat kegotong-royongan mereka dapat terjalin. Percepatan pembangunan Rumah Susun dan peremajaannya yang sebagian besar dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di DKI Jakarta dan menuntut efisiensi penggunaan lahan, seringkali tidak ramah anak dan mengabaikan kebutuhan interaksi sosial warga dengan alasan untuk dapat mendapatkan ruang terbuka publik yang besar. Penelitian ini dilakukan pada Rusunawa Tambora Baru yang merupakan hasil peremajaan dari rusun lama yang sudah tidak layak huni baik secara fisik dan masalah sosial penghuni (Ratnaningrum & Suteja, 2012).  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi  pasca huni pemanfaatan ruang publik ramah anak yang  terjadi di ruang-ruang bersama pada Rusunawa Tambora Baru , yang dianggap sebagai salah satu dari 3 Rusunawa percontohan di DKI Jakarta. Metode yang dilakukan bersifat diskripsi kualitatif dan mengacu pada metode evaluasi pasca huni. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), serta melalui survey dengan kuisioner, pembuatan  foto dan pemetaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perancangan dan penyediaan ruang publik sebagai ruang interaksi sosial yang ramah anak pada pembangunan atau peremajaan rusunawa-rusunawa berlantai tinggi di Jakarta.

 

Kata kunci:  evaluasi, ruang publik, ruang sosial dan ramah anak

 

Keywords

evaluasi; ruang publik; ruang sosial; ramah anak

Full Text:

PDF

References

Anggraini, D. (1994). Permukiman Orang Betawi Suatau adaptasi terhadap Pemekaran Kota. Jakarta. Tesis Magister Antropologi, Program Pascasarjana, Program Studi Antropologi, Universitas Indonesia.

Indyastari, W. (2005). Efektifitas Ruang Publik di Rumah Susun, Teori Perilaku dan Lingkungan. ITB.

Lewis, S. (2005). Front to Back: a design agenda for urban housing. Architectural Press, an imprint of Elsevier. Oxford. pp: xvi.

Ratnaningrum, D., Suteja, M.S. & Anggraini, D. (2012). Pola Pemanfaatan Ruang Unit Hunian dan Selasar pada Rusunawa Tambora I dan II. Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Sudarwan, D. (2002). Menjadi Peneliti Kualitatif. Cet. Ke1, h. 64. CV. Pustaka Setia, Bengkulu.

Suteja, M.S., Ratnaningrum, R., & Anggraini, D. (2015). Pola Pemanfaatan Ruang Unit Hunian pada Rusunawa Tambora Baru, Jakarta. Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Suteja, M.S., Ratnaningrum, R. (2016). Evaluasi Pemanfaatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Rusunawa Tambora Baru Jakarta. Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Thomas, A. & Chess, S. (1977). Temperament and Development. New York: Brunner/ Mazel.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007. (2007). Tentang Penataan Ruang. Jakarta.

Wellman & Leighton. (1979). Network, Neighborhoods and Communities: Approaches to the Study of The Community Question. Urban Affairs Quarterly, vol 14 No 3, 363-390.

Zuriah, N. (2007). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Cet. Ke-2, h. 47. Bumi Aksara, Jakarta.

Copyright (c) 2019 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.