PERILAKU KUAT UJI DESAK BEBAS TANAH GUNUNG SARIK (SUMBAR) YANG DIPADATKAN DAN DIRENDAM DI LABORATORIUM

Gregorius Sandjaja Sentosa
| Abstract views: 91 | views: 84

Abstract

Tanah yang telah dipadatkan jika direndam akan memiliki perilaku kekuatan yang spesifik. Untuk memperlihatkan kekuatan yang spesifik, telah dilakukan simulasi pemadatan tanah di laboratorium dan kemudian  kekuatannya diuji pada alat uji desak bebas. Untuk mendapatkan nilai yang akurat maka dilakukan 4 kali pengujian berulang (duplo) untuk kondisi yang sama. Tanah yang diuji diambil dari daerah Sumatera Barat, wilayah Gunung Sarik, tempat biasanya tanah diambil untuk urugan fondasi jalan raya. Tanah diuji pemadatan dengan metode pemadatan standar dan modifikasi sesuai standar AASHTO T99 dan T180-11 tipe B. Kemudian tanah direndam selama 4 hari sesuai standar AASHTO T99 dan T180. Tanah yang telah direndam dicetak untuk uji desak bebas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jika tanah dipadatkan dengan metode pemadatan standar, hasil kuat uji desak bebas cenderung lebih kecil daripada tanah yang dipadatkan dengan metode pemadatan modifikasi. Jika tanah dipadatkan dengan metode pemadatan standar, maka terlihat kuat uji desak bebas hampir sama untuk semua contoh tanah yang diuji, ketika kondisi kadar air pada 98% dari kadar air optimum pada sisi lebih basah. Untuk tanah  yang dipadatkan dengan metode pemadatan modifikasi, terlihat hasil kuat uji desak bebas memiliki nilai paling rendah ketika kondisi kadar air pada 98% dari kadar air optimum pada sisi lebih kering.

Keywords

Pemadatan standar, pemadatan modifikasi; kadar air optimum; kuat uji desak bebas

Full Text:

PDF

References

American Association of State Highway and Transportation Organization (AASHTO), (2011) Standard Specification for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing, Washington D.C.

American Society for Testing and Materials (ASTM) (2009), Soil and Rock (I), Vol. 04.08, Pennsylvania, USA Arvind Kumar; Baljit Singh Walia; and Asheet Bajaj, (2007), Influence of Fly Ash, Lime, and Polyester Fibers on Compaction and Strength Properties of Expansive Soil, Journal of Materials in Civil Engineering, Vol. 19, Issue 3.

Consoli, Pedro Domingos Marques Prietto, João Anto⁁nio Harb Carraro, and Karla Salvagni Heineck, (2001), Behavior of Compacted Soil-Fly Ash-Carbide Lime Mixtures, Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering, Vol. 127, Issue 9.

Newcomb, D.E., Richard Willis, David H. Timm (2010), Perpetual Asphalt Pavements, A Synthesis, Asphalt.org.

Sentosa, Gregorius Sandjaja, Djunaedi Kosasih, Aniek, P., (2014), Uji Desak Bebas terhadap Material Tanah untuk Mengevaluasi Batas-batas Kinerja untuk Struktur Perkerasan Jalan yang Memiliki Ketahanan 50 Tahun, Penelitian Hibah Bersaing Ditjen Dikti, Tahun 1, Jakarta.

Sentosa, Gregorius Sandjaja, Djunaedi Kosasih, Aniek, P., (2015), Uji Desak Bebas terhadap Material Tanah untuk Mengevaluasi Batas-batas Kinerja untuk Struktur Perkerasan Jalan yang Memiliki Ketahanan 50 Tahun, Penelitian Hibah Bersaing Ditjen Dikti, Tahun 2, Jakarta.

Tang Chao sheng, Bin Shi, Wei Gao, Fengjun Chen, Yi Cai (2006), Strength and mechanical behavior of short polypropylene fiber reinforced and cement stabilized clayey soil, Geotextiles and Geomembranes, Volume 25, Issue 3, June 2007, Pages 194–202

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.