Kapasitas Total Antioksidan dan Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Ara (Ficus auriculata Lour)

David Limanan, Frans Ferdinal, Melanie Salim, Eny Julianty

Article Metrics

Abstract view : 120 times
PDF - 94 times

Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas paling tinggi di dunia. Keragaman flora Indonesia menduduki peringkat ketujuh dunia Hal ini membuat Indonesia memiliki kandidat tanaman obat yang luas, akan tetapi hanya sebagian kecil yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri obat. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat obat dan telah digunakan secara empirik adalah tanaman ara (Ficus auriculata Lour). Tanaman ara diketahui memiliki senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan dapat digunakan untuk mengatasi stres oksidatif yang merupakan dasar dari berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kanker. Selain itu obat-obatan kanker menimbulkan efek samping yang besar terhadap sel-sel normal, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dalam mencari kandidat antikanker yang cukup efektif dengan efek samping kecil. Bahan bioaktif dari tanaman banyak yang cukup menjanjikan sebagai kandidat obat anti kanker. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kapasitas total antioksidan dan sifat sitotoksisitas dari ekstrak daun ara. Metode pada penelitian ini berupa penelitian eksperimantal, dengan daun ara yang telah didapatkan dibuat simplisia dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Hasil ekstraksi dilakukan pengujian kapasitass total antioksidan dengan menggunakan DPPH (Blois) dan uji sitotoksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).Hasil penelitian didapatkan bahwa kapasitas total antioksidan ekstrak metanol daun ara diperoleh sebesar 213,2564 µg/mL, sedangkan IC-50 asam askorbat sebagai kontrol sebesar 5,9382 µg/mL. Uji sitotoksisitas ekstrak metanol daun ara didapatkan LC50 sebesar 448,895 ppm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun ara memiliki kapasitas antioksidan yang lebih kecil dibanding vitamin c tetapi memiliki bersifat sitotoksik sehingga dapat dijadikan kandidat antikanker.

Kata Kunci : Ara, sitotoksisitas, kapasitas antioksidan

Keywords

Ara; sitotoksisitas; kapasitas antioksidan

Full Text:

PDF

References

Blois, MS. (1958). Antioxidant determination by the use of stable free radical. Nature, 181, 1199-1200.

El-Fishawy, A.: Zayed R.;Afifi, S. (2011). Phytochemical and pharmacological studies of Ficus auriculata Lour. Journal of Natural Products, 4, 184-195.

Gaire, BP.; Lamichhane, R.; Sunar, CB.; Shilpakar, A.; Neupane, S.; Panta, S. (2011) Phytochemical screening and analysis of antibacterial and antioxidant activity of ficus auriculata (lour) stem bark. Pharmacognosy Journal, 3(21), 49-55.

Halliwell, B.; Gutteridge, JMC. (2007). Free radicals in biology and medicine. Oxford University Press, New York.

Knuppel, R.; Hassan, M.; McDermott, J.; et al. (2012). Preterm Birth - Mother and child. Intech, Croasia.

Kusmana, C.; Hikmat, A. (2015). Keanekaragaman hayati flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 5(2), 187-198.

Meyer, BN.; et al. (1982). Brine shrimp: a convenient general bioassay for active plant constituents. Journal of Medicinal Plant Research Planta Medica, 45, 31-34.

Nugroho, AW. (2017). Review: Konservasi keanekaragaman hayati melalui tanaman obat dalam hutan di Indonesia dengan teknologi farmasi: potensi dan tantangan. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 1(7), 377-383.

Perino, C. ;et.al. (2014). Cardiac side effects of chemotherapy: state of art and strategies for a correct management. Current Vascular Pharmacology, 12, 106-116.

Shi, Y.; et al. (2011). Preliminary assessment of antioxidant activity of young edible leaves of seven Ficus species in the ethnic diet in Xishuangbanna, Southwest China. J.Foodchem, 3(113), 1-6.

Thingbaijam, R.; et.al.. (2012). In vitro antioxidant capacity, estimation of total phenolic and flavonoid content of ficus auriculata lour. Int J Pharm Pharm Sci, 4(4), 518-521.

Valko, M.; Izakovic, M.; Mazur, M.; Rhodes, CJ.; Telser, J. (2004). Role of oxygen radicals in DNA damage and cancer incidence. Molecular And Cellular Biochemistry, 266, 37-56.

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.