TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS

Urbanus Ura Weruin
| Abstract views: 1051 | views: 902

Abstract

Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu. Sementara ajaran moral adalah ajaran tentang kebaikan manusia berdasarkan martabat setiap orang sebagai manusia. Studi literer dengan menggunakan metode content analysis yang dilakukan terhadap berbagai sumber kepustakaan yang ada memperlihatkan bahwa  terdapat dua teori utama etika yang relevan bagi etika bisnis. Pertama teori etika konsekuensialis atau teleologis. Kedua, teori etika nonkonsekuensilis Termasuk dalam teori etika konsekuensilis adalah etika utilitarianisme, etika egoism, dan etika hedonisme. Sementara teori etika non-konsekuensialis mencakup etika deontologi, etika keutamaan, dan etika kesetaraan dan keadilan sebagai kewajaran. Etika konsekuensialis menilai moralitas tindakan atau keputusan berdasarakan tujuan, kegunaan, atau dampak positif yang diperoleh dari tindakan atau keputusan tersebut. Sementara etika nonkonsekuensialis memfokuskan moralitas tidakan atau putusan pada kewajiban untuk melakukan apa yang merupakan kewajiban, pada motivasi dan karakter moral si pelaku tindakan, serta pada prinsip keadilan. Semua teori etika ini, berkontribusi bagi pemahaman terhadap etika bisnis. 

 

As a prescriptive science, ethics is a branch of philosophy that considers critically which actions are good or which actions are bad based on certain moral teachings. While moral teachings are teachings about human kindness based on the dignity of each person as a human being. Literary studies using content analysis methods conducted on various sources of existing literature show that there are two main theories of ethics that are relevant for business ethics. First the consequentialist or teleological ethical theory. Second, the theory of non-consensual ethics Included in the theory of consequent ethical ethics is the ethics of utilitarianism, ethics of egoism, and ethics of hedonism. While non-consequentialist ethical theories include deontological ethics, virtue ethics, and equality and fairness ethics as fairness. Consequentialist ethics assesses the morality of an action or decision based on the purpose, usefulness, or positive impact obtained from the action or decision. While non-consequentialist ethics focuses on the morality of actions or decisions on the obligation to do what is mandatory, on the motivation and moral character of the perpetrators of actions, as well as on the principle of justice. All of these ethical theories, contribute to understanding business ethics.

Keywords

konsekuensialis; non-konsekuensialis; utilitarianisme; deontologi

Full Text:

PDF

References

Agoes, S. & Ardana, CI. (2017). Etika Bisnis dan Profesi: Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Edisi Revisi. Salemba Empat, Jakarta.

Bertens, K. (2013). Pengantar Etika Bisnis. Kanisius, Jogyakarta.

Brooks, LJ. & Dunn, P. (2011). Etika Bisnis & Profesi untuk Direktur, Eksekutif, dan Akuntan, buku 1, diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Kanti Pertiwi dari judul asli Business & Professional Ethics , Salemba Empat, Jakarta.

Brooks, LJ. & Dunn, P. (2012). Etika Bisnis & Profesi untuk Direktur, Eksekutif, dan Akuntan, buku 2, diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Kanti Pertiwi, dari judul asli Business & Professional Ethics . Salemba Empat, Jakarta.

De George, R. (2015). “The Relevance of Philosophy to Business Ethics: A Response to Rorty’s ‘Is Philosophy Relevant to Applied Ethics?’”. Published Online, 23 Januari 2015. https://doi.org/10.5840/beq200616328 dari artikel asli dalam Business Ethics Quarterly, Vol. 16. Issue 3, Juli 2006, 381-389.

Brown, N. (1987). “Teleological or Dentology?”. Irish Theological Quarterly, Vol. 53, Issue 1, 36-51. Akses online 6 Maret 2019 di https://doi.org/10.1177/002114008705300103

Forsith, J. (2015). “Philosophy in Business – Why is it relevant?”. Published Online at http://pplscareersblog.worldpress.com . Download, 12 Februari 2019.

Griffin, J. (2015). What Can Philosophy Contribute to Ethics. Oxford University Press. Oxford.

Hugges, J. (2018). “Four Reasons Why Philosophy Is Relevant As Ever”, online at http://www.bachelorstudies.com , diunduh 2 Maret 2019.

Keraf, S. (2002). Pengatar Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevaninya. Kanisius, Jogyakarta.

Rawls, J. (1975). Theory of Justice. Revised ed. Belknap-Harvard University Press, Cambridge-Massachusetts.

Shaw, W., & Barry, V. (1995). Moral Issues in Business. Wadsworth Publishing Company, Belmont - California.

Shaw, W. (2005). Business Ethics (5th ed.). Thomson Wadsworth, Belmont, CA.

Yosephus, LS. (2010). Etika Bisnis: Pendekatan Filsafat Moral terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer. Obor Indonesia, Jakarta.

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.