HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN PENATALAKSANAAN PERTAMA DI RUMAH PADA BALITA DIARE

Main Article Content

Novendy Novendy

Abstract

Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang termasuk Indonesia. Terjadi peningkatan angka kesakitan di Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dari 40,10 % pada tahun 2006 menjadi 41,70 % pada tahun 2007. Selain itu dari laporan bulanan data kesakitan pada tahun 2007, diare termasuk dalam empat penyakit terbesar. Berdasarkan wawancara dengan kepala Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dikatakan bahwa sebagian besar ibu yang membawa balitanya berkunjung ke Balai Pengobatan berpengetahuan rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare. Studi analitik dengan desain cross sectionaldilakukan selama periode 14- 18 Januari 2008 dan melibatkan 100 responden yang dikumpulkan secara purposive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data secara statistik menggunakan Pearson Chi-Squaredan risiko dihitung  dengan Prevalens Rasia (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 51orang ibu berpengetahuan baik,terdapat 8 (15,69%) orang ibu yang kurang baikdalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya sedangkan diantara 49 orang ibu yang berpengetahuan kurang,terdapat 23 (46,94%) orang ibu  yang kurang baik dalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p< 0,01) antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare di mana ibu yang memiliki pengetahuan kurang mempunyai risiko 3 kali lebih besar (PR=3). Disarankan agar puskesmas mengupayakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare dan penatalaksanaannya agar prevalensi diare pada balita dapat diturunkan.

Article Details

Section
Artikel Asli
Author Biography

Novendy Novendy, FK Universitas Tarumanagara

Ilmu Kesehatan Masyarakat