HUBUNGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DENGAN POSISI KERJA PADA OFFICER DAN CCR PT SEMEN BOSOWA MAROS
Main Article Content
Abstract
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum pada pekerja, khususnya di lingkungan perkantoran. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh duduk yang terlalu lama serta postur kerja yang tidak sesuai prinsip ergonomis. keluhan ini ditandai dengan rasa nyeri di punggung yang dapat menjalar ke tungkai bawah dan di pengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti beban kerja, posisi kerja, durasi kerja, usia, indeks masa tubuh, dan kebiasaan merokok. Low back pain (LBP) menjadi faktor utama yang menghambat aktivitas dan menyebabkan ketidakhadiran kerja. Menurut WHO (2022), 1,71 miliar orang mengalami gangguan muskuloskeletal, dan nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan ketiga dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan keluhan nyeri punggung bawah dengan posisi kerja pada Office dan Central Control Room PT Semen Bosowa di Kabupaten Maros. Penelitian ini meneliti dua departemen dengan menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Keluhan nyeri dinilai menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan posisi kerja diukur dengan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), dan melibatkan 128 responden. Hasil uji analisis chi-square menunjukkan nilai p-value <0,030 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara keluhan nyeri punggung bawah dengan posisi kerja
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterima adalah naskah asli yang belum pernah dimuat dalam jurnal lain dan tidak sedang dalam proses untuk dimuat dalam majalah lain dalam waktu yang bersamaan. Naskah yang diterbitkan merupakan hak milik penerbit dan tidak akan dikembalikan, sedangkan naskah yang dinilai tidak layak diterbitkan akan dikembalikan. Naskah yang masuk akan dinilai oleh mitra bestari. Tim editor mempunyai hak melakukan pengeditan sesuai gaya selingkung untuk naskah yang akan diterbitkan.
References
1.Kumbea NP, Asrifuddin A, Sumampouw OJ. Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Nelayan. Journal of Public Health and Community Medicine. 2021;2(1):21-26
2.Zafar F, Qasim YF, Farooq MU, Shamael I, Khan IU, Khan DH. The Frequency of Different Risk Factors for Lower Back Pain in a Tertiary Care Hospital. Cureus. 2018;(8): e3183. doi:10.7759/cureus.3183
3.Rahmadiani PY, Azzahra N, Anggraini RA, Guesteva VC, Maudi LP. Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Low Back Pain pada Pekerja Kantoran: Systematic Review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 2021;13(3):151–159.
4.Ali M, Ahsan GU, Hossain A. Prevalence and associated occupational factors of low back pain among the bank employees in Dhaka City. J Occup Health. 2020;62(1): e12131. doi:10.1002/1348-9585.12131.
Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32715531/
5.Annamyra RS, Simanjorang C. Hubungan durasi duduk dan postur kerja terhadap keluhan low back pain pada karyawan Bank KB Bukopin tahun 2022. J Ilm Sesebanua. 2023;7(1):1-9. https://core.ac.uk/download/555451357.pdf
6.Haby A, Baharuddin HN, Sani A. Faktor-Faktor Low Back Pain (LBP) pada Buruh Pabrik Beras UD. Lasinrang Kabupaten Pinrang. Window of Public Health Journal. 2023;4(5):743–754.
7.Mastuti KA, Husain F. Gambaran Kejadian Low Back Pain pada Karyawan CV. Pacific Garment. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia. 2023;2(8):297–305.
8.Sinaga TA, Makkiyyah FA. Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Punggung Bawah pada Usia Dewasa Madya di Jakarta dan Sekitarnya Tahun 2020. Seminar Nasional Riset Kedokteran (SENSORIK II) 2021;2(1):44-52. Available from: https://conference.upnvj.ac.id/index.php/sensorik/article/view/993/836
9.Harwanti S, Ulfah N, Nurcahyo PJ. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap low back pain (LBP) pada pekerja di home industri batik Sokaraja Kabupaten Banyumas. Jurnal Kermas Indonesia.2018;10(2):109-123.
Availabel from: https://jos.unsoed.ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/995/965
10.Tanri Abeng TD, Pratiwi AP. Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Pegawai Dinas PU Kota Makassar. Jurnal Keolahragaan JUARA. 2023;3(1):1-10. doi:10.37304/juara.v3i1.9333.
11.Roberts K E, Ferreira ML, Beckenkamp PR, Nischolson S, March L, Ferreira PH. Global trends in risk factors for low back pain: An analysis of the global burden of disease study data from 1990 to 2021. Arthritis Care Res. 2025;0(0):1-11. doi:10.1002/acr.25520.
12.Alnaami I, Awadalla NJ, Alkhairy M, Alburidy S, Algarni A, Algarni A, et al. Prevalence and factors associated with low back pain among health care workers in southwestern Saudi Arabia. BMC Musculoskelet Disord. 2019;20:56:3-7. doi:10.1186/s12891-019- 2431-5.
13.Sari CY. Analisis Faktor Risiko Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Officer dan Welder Menggunakan Metode Nordic Body Map di PT XYZ Kota Batam. Jurnal Liga Ilmu Serantau. 2024;1(1):1-11. doi: 10.36352/jlis.v1i1.785
14.Prianggi H, Murti B, Prasetya H. Are sitting position and working duration associated with low back pain in office workers?: a meta-analysis. J Epidemiol Public Health. 2021;6(2):211-221. doi:10.26911/jepublichealth.2021.06.02.08
15.Tanjung JR, Hanarko FA, Haryono IR. Hubungan posisi dan durasi duduk terhadap nyeri punggung bawah pada pekerja kantor di Jakarta. Damianus J Med. 2023 Apr;22(1):61–
68. doi: 10.25170/djm.v22i1.3948
16.Amalia V, Wahyuningsih AS. Determinan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja kantoran di PT X. Higeia J Public Health Res Dev. 2024;8(1):74-85. doi:10.15294/higeia.v8i1.72856
17.Rakhmawati BF, Zaidah U, Maharari BD. Hubungan beban kerja dan frekuensi merokok dengan kejadian nyeri punggung bawah (low back pain) pada buruh tambang pasir. J Ilmiah IKIP Mataram. 2024;11(2):67–73.
18.Workneh BS, Mekonen EG. Prevalence and associated factors of low back pain among bank workers in Gondar City, Northwest Ethiopia. Orthop Res Rev. 2021;13:25-33. doi: 10.2147/ORR.S300823
19.Salsabila QR, Wartono M. Hubungan sikap tubuh saat bekerja dengan keluhan muskuloskeletal akibat kerja pada karyawan. J Biomedika Kesehat. 2020;3(4):169–175. doi: 10.18051/JBiomedKes.2020. v3.169-175
20.Ye S, Jing Q, Wei C, Lu J. Risk factors of non-specific neck pain and low back pain in computer-using office workers in China: a cross-sectional study. BMJ Open. 2017;7(4):1-
7. doi:10.1136/bmjopen-2016-014914.
21.Simanjuntak ST, Susanto N. Analisis postur pekerja untuk mengetahui tingkat risiko kerja dengan metode ROSA (studi kasus: kantor pusat PT Pertamina EP). Industrial Engineering Online Journal [Online]. 2022;9(4). Retrieved from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/33685
22.Madani H, Pratiwi I. Analisis Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) dan Postur Kerja Karyawan Customer Service Bank Menggunakan Metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Simposium Nasional RAPI XX – 2021; Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2021:99-108. Available from: https://proceedings.ums.ac.id/rapi/article/view/147/147
23.Mardiyanti F. Pengukuran risiko kerja dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pengguna komputer. J Innov Res Knowl. 2021 Agustus;1(3):333–46. doi:10.53625/jirk.v1i3.202.
Available from: https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/202/121
24.Nikaputra DS, Marji, Kurniawan A. Studi literatur pengaruh postur kerja duduk dan lama kerja terhadap keluhan low back pain pada karyawan yang bekerja di depan komputer. In: Prosiding Seminar Nasional STARWARS IKM UM; 2021; Malang, Indonesia. Malang: Universitas Negeri Malang; 2021:32–39.
25.Mahendrayana GPA, Karmaya INM, Yuliana, Wirata G. Hubungan low back pain terhadap durasi duduk, posisi kerja, dan jenis kursi pada pekerja kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia wilayah Bali tahun 2023. Medicina (Denpasar). 2024;55(1):30-34. doi:10.15562/medicina.v55i1.1295
26.Agustin A, Puji LKR, Andriati R. Hubungan durasi kerja, masa kerja dan postur kerja terhadap keluhan low back pain pada bagian staff di kantor X, Jakarta Selatan. J Health Res Sci. 2023;3(1):13. doi:10.34305/jhrs.v2i02.506.