UJI FITOKIMIA, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN, FENOLIK, DAN TOKSISITAS PADA EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.)

Isi Artikel Utama

Husna Iftinan
Ni Made Swantari
Eny Yulianti
Frans Ferdinal

Abstrak

Gangguan lipoprotein, termasuk hiperlipidemia, merupakan isu penting karena peran dari lipoprotein yang berhubungan dengan pembentukan aterosklerosis serta risiko penyakit kardiovaskular. Ketidakseimbangan kadar kolesterol dengan HDL menjadi salah satu faktor dalam terjadinya stress oksidatif. Stress oksidatif terjadi karena tingginya kadar reactive oxygen/nitrogen species (ROS/RNS) disertain rendahnya kadar antioksidan. Dalam tubuh manusia, radikal bebas akan menyebabkan stress oksidatif sehingga terjadi kerusakan sel yang mengakibatkan terbentuknya penyakit. Kerusakan tersebut dapat dicegah dengan kerja antioksidan seluler. Namun, jika kadar radikal bebas terlalu berlebihan dan kadar antioksidan dalam tubuh rendah maka sulit untuk mencegah kerusakan sel secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan asupan antioksidan tambahan dari luar tubuh seperti yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan senyawa antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan bioaktif dan potensi antioksidan ekstrak daun beluntas serta mengevaluasi toksisitasnya melalui analisis metabolit sekunder, kadar fenolik total, kapasitas total antioksidan dengan metode ABTS, DPPH dan FRAP, dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan ekstrak daun beluntas sebagai sampel utama yang dikenal sebagai sumber antioksidan alami dan merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan ekstrak daun beluntas memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, antosianin, betasianin, flavonoid, fenolik, dan yang lainnya. Kadar fenolik total didapatkan sebesar 3,096.3 μg/mL. Hasil uji total antioksidan dengan 3 metode berupa ABTS, DPPH, dan FRAP tergolong kuat dengan masing masing nilai IC50 20,28 µg/mL, 26,77 µg/mL, 10,92 µg/mL. Pada uji toksisitas metode BSLT didapatkan LC50 sebesar 273,25 µg/mL yang terolong toksik.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel Asli

Referensi

1. Ibrahim MA, Asuka E, Jialal I. Hypercholesterolemia. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan– [updated 2023 Apr 23; cited 2025 May 12]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459188/

2. Febriani D, Febriani B. The effect of lifestyle on hypercholesterolemia. Open Public Health J. 2018;11(1):526–32. doi:10.2174/1874944501811010526.

3. Hidayati AO, Hardani E. Analysis of risk factors oxidative stress in obesity women. Jurnal Online Holistik. 2019;6(1):51–7 [cited 2024 Sep 23].

4. Phaniendra A, Jestadi DB, Periyasamy L. Free radicals: properties, sources, targets, and their implication in various diseases. Indian J Clin Biochem. 2015;30(1):11–26. doi:10.1007/s12291-014-0446-0.

5. Flieger J, Flieger W, Baj J, Maciejewski R. Antioxidants: classification, natural sources, activity/capacity measurements, and usefulness for the synthesis of nanoparticles. Materials. 2021;14(15):4455. doi:10.3390/ma14154135.

6. Donowarti I, Dayang Diah F. Pengamatan hasil olahan daun beluntas (Pluchea indica L.) terhadap sifat fisika dan kimianya. Teknol Pangan. 2020;11(2):118–34. doi:10.35891/tp.v11i2.2166.

7. Putra PWK, Made Jawi I, Subawa AAN, Astawa NM, Indrayani AW, Gede Widhiantara I, et al. Phytochemicals of Beluntas (Pluchea indica(L) Less.) and their health benefits. J Appl Pharm Sci. 2025 Jul 1;15(7):37–47.

8. Salamah FZ, Ramadhani MW, Wahidah SN, Rahmawati RD, Sjakoer NAA, Savana AG, et al. Identification of Secondary Metabolite compounds and Testing of Flavonoid Levels in Beluntas Leaves (Pluchea indica L.). Jurnal Biologi Tropis. 2025 Apr 30;25(2):1521–7.

9. Nurrohman E, Pantiwati Y, Susetyarini E, Umami EK. Extract of Beluntas (Pluchea indica) as an Antibacterial Towards Streptococcus mutans ATCC 25175 Causes of Dental Carries [Internet]. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi; 2021 [cited 2025 May 11]. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/379270-extract-of-beluntas-pluchea-indica-as-an-80ef9c94.pdf

10. Biologi dan Kandungan Dewi Susylowati K, Dian Takarina N, Pratama I, Rijal MA, Biologi dan Kandungan Antioksidan Daun Beluntas yang Hidup di Lahan Wanamina Blanakan K, Barat SJ, et al. 07). 2022;19(1).

11. Safitri I, Nuria MC, Puspitasari AD. Perbandingan kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak metanol daun beluntas (Pluchea indica L.) pada berbagai metode ekstraksi [Internet]. ResearchGate; 2020 [cited 2025 May 12]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/337363466

12. Muadifah A, Tilarso DP, Sowe MS, Tarigan IL, Ngibad K, Yuliantari SD. LC-MS Based Metabolite Profiling Leaves Extract of Pluchea indica With Antioxidant Activity. Chempublish Journal. 2024 Dec 31;8(2):75–89.

13. Utomo Y, Chairini N, Asrori MR. Perbandingan metode maserasi dan microwave-assisted extraction pada daun beluntas dengan variasi pelarut dan uji antioksidan. Kovalen: J Riset Kimia. 2023;9(1):23–32 [cited 2025 May 12]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/370158255

14. Widyawati PS, Budianta TDW, Werdani YDW, Halim MO. Aktivitas antioksidan minuman daun beluntas teh hitam (Pluchea indica Less - Camellia sinensis). IndoChem Agritech. 2021;38(2):200–7. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/365187-none-a12759b6.pdf

15. Furqoni DA. Uji toksisitas dan identifikasi senyawa metabolit sekunder pada daun beluntas (Pluchea indica L.) hasil ekstraksi ultrasonik dengan variasi pelarut [disertasi]. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim; 2021. Available from: http://etheses.uin-malang.ac.id/33066