ANALISIS STATUS GIZI BAYI BERDASARKAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Isi Artikel Utama

Tiara Shafa Salsabila
Herwanto

Abstrak

Pemberian ASI secara eksklusif memegang peranan krusial dalam menunjang keberlangsungan hidup dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada fase awal kehidupan yang menentukan. ASI tidak sekadar mengandung zat gizi lengkap untuk mendukung pertumbuhan, melainkan juga kaya akan senyawa aktif yang berperan sebagai benteng pertahanan alami melawan penyakit. Sayangnya, fakta menunjukkan adanya tren penurunan cakupan ASI eksklusif yang disebabkan oleh beragam faktor kompleks, mulai dari aspek individu ibu hingga pengaruh lingkungan sekitar. Studi ini dirancang untuk menganalisis korelasi antara pola pemberian ASI 6 bulan periode awal kehidupan dengan kondisi gizi pada bayi berusia 6 hingga 24 bulan dengan menggunakan desain cross sectional. Proses pengambilan data dilakukan melalui tiga metode utama: (1) wawancara terpandu, (2) pengisian formulir penelitian, dan (3) pengukuran fisik bayi mengikuti pedoman WHO yang ketat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebanyak 64,3% sampel menerima ASI eksklusif dengan mayoritas memiliki status gizi dalam kisaran normal. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ASI eksklusif dengan indikator berat badan menurut usia (nilai p=0,032), namun tidak ditemukan korelasi signifikan dengan parameter tinggi badan menurut usia (p=0,786) maupun berat badan menurut tinggi badan (p=0,175). Temuan ini menyiratkan bahwa walau ASI eksklusif berperan dalam mencapai berat badan yang sesuai, pencapaian status gizi yang menyeluruh masih bergantung pada berbagai faktor pendukung seperti mutu makanan pendamping, riwayat infeksi, serta pola pengasuhan anak. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan program promosi kesehatan yang bersifat menyeluruh, tidak hanya fokus pada pentingnya ASI eksklusif tetapi juga memperhatikan berbagai faktor penunjang lainnya guna mencapai status gizi bayi yang ideal.


 

Rincian Artikel

Bagian
Artikel Asli

Referensi

Clark H, Coll-Seck AM, Banerjee A, Peterson S, Dalglish SL, Ameratunga S, et al. A future for the world’s children? A WHO–UNICEF–Lancet Commission. The Lancet. 2020;395(10224):605–58.

2. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Pelaksanaan Standar Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak Usia 0–6 Tahun. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.

3. Nuampa S. Impact of personal and environmental factors affecting exclusive breastfeeding practices in the first six months during the COVID-19 pandemic in Thailand: A mixed-methods approach. International Breastfeeding Journal. 2022;17(1):73.

4. Masyudi M. Hubungan dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional USM. 2023;4(1):8–20.

5. Wulandari L. Hubungan pemberian ASI eksklusif dan kejadian penyakit infeksi terhadap status gizi pada baduta usia 6–24 bulan di Kecamatan Sungai Raya. Jurnal Kesehatan. 2019;2(2).

6. Umboh A, Kapantow, Musa. Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Balita Usia 36-59 bulan di Puskesmas Girian Weru Bitung. JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia. 2023;4(2):89–99.

7. World Health Organization. Mothers need more breastfeeding support during critical newborn period [Internet]. Geneva: WHO; 2024 Aug 1 [cited 2024 Aug 2]. Available from: https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/01-08-2024-mothers-need-more-breastfeeding-support-during-critical-newborn-period

8. Almatsier S, Soetardjo S, Soekatri M. Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Edisi ke-2. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2017.

9. World Health Organization. World Breastfeeding Week 2023 [Internet]. Geneva: WHO; 2023 [cited 2024 Jan 15]. Available from: https://www.who.int/indonesia/news/events/world-breastfeeding-week/2023

10. Kementerian Kesehatan RI. Ketahui manfaat ASI eksklusif bagi bayi dan ibu [Internet]. Jakarta: Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan; 2023 [cited 2023 Nov 15]. Available from: https://upk.kemkes.go.id/new/ketahui-manfaat-asi-eksklusif-bagi-bayi-dan-ibu

11. Kliegman RM, Stanton BF, St. Geme JW, Schor NF. Nelson textbook of pediatrics. 20th ed. Philadelphia: Elsevier; 2016.

12. Wijaya FA. ASI eksklusif: Nutrisi ideal untuk bayi 0–6 bulan. Contin Med Educ. 2016;46.

13. Roesli U, Yohmi E. Manajemen laktasi. In: Roesli U, editor. Bedah ASI: Kajian dari berbagai sudut pandang ilmiah. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2008. p. 17–30.

14. Karenina N, et al. Hubungan status gizi dengan kualitas hidup anak usia sekolah dasar. Sari Pediatri. 2023;24(5):286.

15. Masyudi M, et al. Hubungan dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Aceh Besar. Pros Sem Nas USM. 2023;4(1):8-20.