GAMBARAN INDEKS ENTOMOLOGIS DAN DISTRIBUSI JENTIK NYAMUK AEDES SP. SERTA KAITANNYA DENGAN FAKTOR RISIKO DEMAM DENGUE DI RW 16 KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT, OKTOBER 2025

Isi Artikel Utama

Nimas Berlian Betta Chantika
Chrismerry Song

Abstrak

Demam Dengue (DD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk betina dewasa Aedes sp. dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa pada suatu wilayah. Gejala yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, mual, ruam pada kulit, nyeri di tubuh yang sembuh dalam 1-2 minggu, muntah berulang, dehidrasi, hingga perdarahan di hidung dan gastrointestinal, bahkan kematian. Di Kelurahan Tomang Jakarta Barat, jumlah kasus DD terkonfirmasi pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 kasus sehingga diperlukan pemantauan populasi jentik nyamuk menggunakan indikator entomologis seperti Angka Bebas Jentik (ABJ), House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) dan Density Figure (DF) untuk membantu menilai potensi transmisi dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jentik nyamuk serta faktor risiko DD di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, pada bulan Oktober 2025. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode potong lintang yang menggambarkan kepadatan dan jenis jentik berdasarkan rumah dan tempat penampungan air yang diperiksa serta faktor risikonya. Sampel penelitian berjumlah 134 orang, diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian ditemukan 30 larva Aedes yang terdiri dari 76,7% (23/30) Ae. aegypti dan 23,3% (7/30) Ae. albopictus. Tingkat kepadatan jentik nyamuk tergolong rendah dimana nilai HI sebesar 2,2%, CI 0,6%, BI 2,99%, DF 1, dengan Angka Bebas Jentik sebesar 98%. Faktor risiko DD adalah memiliki tanaman dalam pot sebesar 30,6% (41/134) dan perilaku tidak menutup bak mandi sebesar 11,2% (15/134) karena ditemukan larva Aedes sp. di tempat penampungan tersebut. Kerja sama pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat tetap diperlukan dalam menggiatkan kegiatan PSN 3M Plus dan G1R1J untuk menurunkan risiko DD.


 

Rincian Artikel

Bagian
Artikel Asli

Referensi

1.World Health Organization. Dengue in the South-East Asia Region [internet]. [11 Dec 2024; cited 20 Dec 2024]. Available from: https://worldhealthorg.shinyapps.io/searo-dengue-dashboard/

2.CDC. Areas with Risk of Dengue [internet]. [cited 20 Dec 2024]. Available from: https://www.cdc.gov/dengue/areas-with-risk/index.html

3.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Update Data Dengue [internet]. [Aug 2024; cited 20 Dec 2024]. Available from: https://p2p.kemkes.go.id/update-data-dengue/

4.World Health Organization. World Health Emergencies May 2024 [internet]. [cited 30 Oct 2024]. Available from: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/indonesia/whe-monthly-report/whe-report---may-2024---id.pdf

5.Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Barat. Kota Jakarta Barat Dalam Angka Jakarta Barat Municipality in Figures. Jakarta: BPS-Statistics Jakarta Barat Municipality; 2025, 52.

6.Muawanah, Katiandagho D, Hermansyah H, Wenno S, Mulyowati T, Soraya, et al. Pengendalian Vektor. Kendari: Media Pustaka Indo, 2024.

7.Paomey V, Nelwan J, Kaunang W. Sebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Ketinggian dan Kepadatan Penduduk di Kecamatan Malalayang Kota Manado Tahun 2019 [internet]. [6 Okt 2019; cited 5 Des 2025]. 8(6), 521-527.

8.Listyorini P. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pada Masyarakat Karangjati Kabupaten Blora [internet]. [jul 2016; cited 14 Oct 2025]. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan: 6(1),6-12.

9.Baitanu J, Masihin L, Rustan L, Siregar D, Aiba S. Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Mobilitas, dan Pengetahuan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wulauan, Kabupaten Minahasa [internet]. [5 Mei 2022; cited 4 Des]. Manuju: 4(5), 1230-1242.

10.Delita K, Nurhayati. Ekologi dan Entomologi: Vektor Demam Berdarah Dengue Aedes Aegypti. Surabaya: Kurnia Group; 2022.

11.Lesmana O, Halim RD. JKMJ: Gambaran Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kota Jambi [internet]. [2 Sept 2020; cited 11 Oct 2025]. 4: 66-67.

12.Pratama I, Aryasih I. Gambaran Tingkat Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Di Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Kesmas Sukawati Tahun 2019 [internet]. [2 Okt 2019; cited 30 Nov 2025]. Jurnal Kesehatan Lingkungan: 9(2),171-178.

13.Ridha MR, Indriyanti L, Juhairiyah, Hairani B, Ariati J, Kusumaningtyas H. Implementasi Model Juru Pemantik Jentik (JUMANTIK) Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue pada Masyarakat Heterogen. Jakarta: BRIN, 2022.

14.Nurmalasari, Pertiwi W, Bustomi S. Karakteristik Tempat Penampungan Air Bersih dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti [internet]. [2 Nov 2021; cited 5 Des 2025]. Journal of Health Science Community: 2(2), 9-17.

15.Amalia L, Alnur R, Farradika Y. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus pada Masyarakat Kecamatan Universitas Tarumanagara 39 Kalideres Kota Jakarta Barat Tahun 2022 [internet]. [3 Okt 2023; cited 1 Des 2025]. PubHealth: 1(1).