PEMETAAN MINAT KARIR SISWA PAKET C

Monika Monika
| Abstract views: 317 | views: 318

Abstract

Program Paket C adalah  program pendidikan nonformal sebagai alternatif dari Dinas Pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi yang putus sekolah atau yang tidak sempat menempuh pendidikan formal SMA karena berbagai alasan. Setelah lulus dari program paket C, para siswa dihadapkan pada pilihan karir yang akan mereka tekuni di dunia kerja. Tujuan dari pelaksanaan abdimas ini adalah untuk melakukan pemetaan minat karir siswa paket C, untuk diketahui peta minat karir siswa paket C secara umum, agar diketahui tujuan pembelajaran di program paket C dapat diarahkan sesuai peta minat karir siswa. Selain itu, pemetaan minat karir ini dapat menjadi acuan agar selanjutnya dapat dilakukan pendampingan secara lebih intensif bagi siswa paket C dalam merencanakan karir mereka. Teknik pemetaan karir yang digunakan dalam pelaksanaan abdimas ini adalah dengan menggunakan tes minat Holland. Teori Holland mengenai tipe kepribadian yang sesuai dengan interaksi seseorang dengan lingkungan pekerjaannya. Partisipan dalam pelaksanaan abdimas ini adalah 62 siswa paket C. Namun demikian, hasil tes minat yang dapat dipetakan diperoleh dari 37 siswa. Hasil dari pemetaan karir ini tampak bahwa sebesar 43,2% siswa memiliki tipe kepribadian Social, sebesar 16,2% memiliki tipe kepribadian Realistic dan Artistic, sebesar 13,6% memiliki tipe kepribadian Conventional, dan sebesar 5,4% memiliki tipe kepribadian Investigative dan Enterprising. Selanjutnya luaran dari kegiatan abdimas ini berupa modul perencanaan karir bagi siswa Paket C berdasarkan peta minat karir siswa.

Full Text:

PDF

References

Capuzzi, D. & Stauffer, M.D. (2006). Career counseling: foundations, perspectives, and applications. Boston: Pearson Education

Dacey, J.S & Lennon, K.M. (1999). Understanding creativity. San Fransisco: Josey – Bass

Dariyo, A. (2014). The Role of Parent Support On Creativity Improvement of The Creative People. Procedding (tidak diterbitkan): Seminar Nasional: Ketahanan Keluarga Sebagai Aset Bangsa. Malang: Universitas Merdeka Malang

Flannery, M.E., (2010). Top eight challenges teachers face this school year. Diunduh tanggal 20 Oktober 2015 dari http//www: neatoday.org/2010/09/13

Gysbers, N.C., Heppner, M.J., Johnston, J,A. (2009). Career counseling: context, processes, and techniques. Alexandria, VA: American Counseling Association.

Isaacson L.E.& Brown, D. (1993). Career information, career counseling, career development. Needham Heights, Massachusetts: Allyn and Bacon.

Kusmayadi, I. (2011). Membongkar kecerdasan anak: Mendeteksi bakat dan potensi anak sejak dini. Jakarta: Gudang Ilmu

Munandar, S.U. (1997). Strategi pengembangan keberbakatan & kreativitas. Jakarta: Grassindo.

Negara,C.S., Prihantono, F.X.S., & Sinambela. F.S. (2000). Analisa Faktor-faktor Pembentuk Kreativitas pada Tim Kreatif Biro Iklan di Surabaya. Anima, 15 (3), 280 – 292.

Niles, S.G. & Bowlsbey, J.H. (2009). Career development interventions in the 21st century. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Education

Novita, W. (2007). Serba serbi anak: yang perlu diketahui seputar anak dari dalam kandungan hingga masa sekolah. Jakarta: Gramedia.

Piirto, J. (2009). Gifted and Talented. Texas: Prufrock Press

Priyatna, Andri. (2013). Pahami Gaya Belajar Anak! Jakarta: Elex Media Komputindo

Santrock, J.W. (1999). Lifespan Development. Boston : Mc.Graw Hill

Sarafino (1999). Health psychology. Boston : McGraw – Hill

Tandry, N. (2011). Mengenal Tahap Tumbuh Kembang Anak & Masalahnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia

Walgito, B. (2010). Bimbingan dan konseling: studi dan karier. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Copyright (c) 2019 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.