Perancangan Kampanye Sosial Stop Self-Diagnose Ditujukan untuk Remaja

Yohanes Indra Buntoro, Kurnia Setiawan

Abstract


Abstrak — Self-diagonse adalah sebuah kegiatan mendiagnosa diri sendiri, yang dilakukan menggunakan biasanya menggunakan search engine di intenet, kegiatan ini dapat berupa upaya untuk mendiagnosa secara psikis maupun kesehatan mental. Untuk penyakit psikis yang lebih terlihat dan orang-orang sudah percaya akan dokter mungkin dampaknya tidak terlalu besar. Namun, lain halnya dengan kesehatan mental, dengan kesehatan mental yang lebih sulit dilihat dan adanya stigma negatif dari masyarakat mengenai orang yang berkunjung ke psikiater atau psikolog membuat self-diagnose untuk kesehatan mental bisa menjadi masalah yang lebih besar. Seringkali, yang didiagnosa adalah masalah umum yang tidak perlu dipermasalahkan, namun ketika seseorang yang sudah tersugesti bahwa dia memiliki penyakit mental, otak akan benar-benar mensugestikan hal tersebut dan masalah umum itu akan berekembang menjadi sesuatu yang lebih besar. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah perancangan visual kampanye yang dapat memberikan edukasi kepada para remaja dengan usia 16-24 tahun di kota-kota besar untuk menyebarkan awareness ini kepada masyarakat. Untuk mencapai tujuannya kampanye harus mampu menyampaikan pesan utama kepada target audience. Untuk itu maka dibutuhkan strategi kreatif. Yang tepat yaitu dengan menggunakan pendekatan emosional.

Kata kunci: kampanye, kesehatan mental, self-diagnose


Keywords


kampanye, kesehatan mental, self-diagnose

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24912/rupaka.v2i1.14853

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats