MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG BERSIH MELALUI KEGIATAN PSIKOEDUKASI ANTI-LITTERING PADA SISWA SDN CARINGIN NUNGGAL
Main Article Content
Abstract
Littering behavior in school areas is a serious problem that is quite common in the elementary school environment. A clean school environment not only supports health, but reflects the culture of discipline and responsible behavior of students. School as a place of formal education has a very important role in instilling the values of students' concern for the environment. This Community Service activity aims to analyze the behavior of students in disposing of waste at school, and identify factors that can influence. In addition, this activity also aims to increase students' awareness of the importance of maintaining school hygiene to create a healthy environment. The method used was a quantitative approach involving 30 students of grade VI (six) at SDN Caringin Nunggal. Data were collected through observation of the school environment, giving a pre-test to measure initial knowledge, implementing anti-littering and waste management psychoeducation activities, and a post-test to evaluate changes in students' knowledge and attitudes after the activity. Pre-test and post-test data were collected using The Littering Attitude Scale (LAS). The results showed that most students did not understand the importance of sorting and disposing of waste according to its place. Students' understanding of the types of waste such as organic and inorganic is also still low. Through the Community Service Activities carried out, there is a change in student behavior in a positive direction in maintaining the cleanliness of the school environment. Structured strategies such as psychoeducation and approaches that involve the role of students directly are needed, in order to foster a sense of student concern for the cleanliness of the school environment consistently and sustainably.
ABSTRAK
Perilaku membuang sampah sembarangan di area sekolah menjadi masalah serius yang cukup umum terjadi di lingkungan sekolah dasar. Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya mendukung kesehatan, melainkan mencerminkan budaya disiplin dan perilaku tanggung jawab para siswa. Sekolah sebagai tempat Pendidikan formal memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis perilaku para siswa dalam membuang sampah di sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 30 siswa kelas VI (enam) di SDN Caringin Nunggal. Data dikumpulkan melalui observasi lingkungan sekolah, pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, pelaksanaan kegiatan psikoedukasi anti-littering dan pengelolaan sampah, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap siswa setelah dilakukan kegiatan. Pengambilan data pre-test dan post-test menggunakan alat ukur The Littering Attitude Scale (LAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai dengan tempatnya. Pemahaman siswa terhadap jenis-jenis sampah seperti organik dan anorganik juga masih rendah. Melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang positif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Diperlukan strategi yang terstruktur seperti psikoedukasi dan pendekatan yang melibatkan peran para siswa secara langsung, guna menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abdillah, R. (2023, October 2). Mengkaji Littering Behavior dalam Perspektif Eko-Sufisme. https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/1379-mengkaji-littering-behavior-dalam-perspektif-eko-sufisme#:~:text=Littering%20behavior%20merupakan%20perilaku%20membuang,et%20al.%2C%202021).
Akther, A., Tahrim, F., Voumik, L. C., Esquivias, M. A., & Pattak, D. C. (2025). Municipal Solid Waste Dynamics: economic, environmental, and technological determinants in Europe. Cleaner Engineering and Technology, 100877. https://doi.org/10.1016/j.clet.2024.100877
Chaudhary, A. H., Polonsky, M. J., & McClaren, N. (2021). Littering behaviour: A systematic review. International Journal of Consumer Studies, 45(4), 478–510. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/ijcs.12638
Febriyanti, R., Rahayu, N. V. A., Pitaloka, W. D., Yakob, A., & Samsuri, M. (2023). Edukasi pemilahan sampah sebagai upaya penanganan masalah sampah di SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang. Buletin KKN Pendidikan, 5(1), 37-45.
Gischa, S. (2021, September 22). Alasan Orang-Orang yang Membuang Sampah Sembarangan Sudah Mengambil Hak Orang Lain. KOMPAS.com. https://www.kompas.com/skola/read/2021/09/22/200000769/alasan-orang-orang-yang-membuang-sampah-sembarangan-sudah-mengambil-hak
Ismail, M. J. (2021). Pendidikan karakter peduli lingkungan dan menjaga kebersihan di sekolah. Guru Tua: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1), 59-68.
Lukens, E. P., & McFarlane, W. R. (2006). Psychoeducation as evidence-based practice. Foundations of evidence-based social work practice, 291.
Ojedokun, O. (2015). The littering attitude scale (LAS). Management of Environmental Quality an International Journal, 26(4), 552–565. https://doi.org/10.1108/meq-12-2014-0175
Raharjo, A. S., & KM, S. I. S. (2014). Hubungan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan fasilitas di sekolah dalam penerapan PHBS membuang sampah pada tempatnya (Studi di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 02 Kecamatan Gabus Kabupaten Pati). Unnes Journal of Public Health, 3(1).
Saputro, W. (2023). Pengelolaan Sampah Nasional Dengan Pola Ekonomi.
Sekolah, O., & Sekolah, O. (2024, May 16). Jaga kebersihan, wujudkan Sekolah Sehat: Sekolah Bersih, Prestasi Tinggi! #. SMP Negeri 1 Purwokerto. https://smpn1pwt.sch.id/jaga-kebersihan-wujudkan-sekolah-sehat-sekolah-bersih-prestasi-tinggi/
Steg, L., & Vlek, C. (2008). Encouraging pro-environmental behaviour: An integrative review and research agenda. Journal of Environmental Psychology, 29(3), 309–317. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2008.10.004
Simply Psychology. (2025, March 18). Albert Bandura’s Social Learning Theory. https://www.simplypsychology.org/bandura.html
Walsh, J. (2009). Psychoeducation in mental health. https://doi.org/10.1093/oso/9780190616250.001.0001
Wirachman, R., & Kurniawati, N. I. (2023). STUDI DESKRIPTIF MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERLANDASKAN TEORI SOCIAL LEARNING BERBASIS PEDAGOGI KREATIF. INVENTA, 7(1), 37–49. https://doi.org/10.36456/inventa.7.1.a6996
World Bank Group. (2023). Solid waste management. In World Bank. https://www.worldbank.org/en/topic/urbandevelopment/brief/solid-waste-management
Yahsi, S. P. I. (2024, October 10). Pentingnya Pengelolaan Sampah di Sekolah untuk Menciptakan Lingkungan Sehat. Kumparan. https://kumparan.com/541231195-saddam-parikesit-ibnu-yahsi/pentingnya-pengelolaan-sampah-di-sekolah-untuk-menciptakan-lingkungan-sehat-23VcYqEnRPY