DIAGRAM ARSITEKTUR

Denny Husin

Abstract


Kompetisi arsitektur menuntut penggambaran arsitektur untuk berbenah dan tetap berinovasi dalam mendapatkan perhatian dan menghasilkan kualitas karya arsitektur terdepan. Kepiawaian arsitek, kemajuan teknologi, dan kecepatan intelektual dalam menghasilkan karya arsitektur, haruslah beriringan dengan peran penting khazanah keberagaman penggambaran arsitektur. Kompetisi penggambaran Arsitektur menuai problema dengan semakin besarnya proporsi dan komposisi dekorasi dan hiasan dalam penggambaran untuk menarik perhatian penggunanya daripada berkonsentrasi pada elemen fundamental gambar aristektur. Esensi penggambaran arsitektur ditelaah kembali dalam tulisan ini dengan menelusuri rekam jejak melalui etimologi frase diagram arsitektur, sebagai instrumen fundamental dalam membahasakan ruang. Metode kualitatif dengan pemikiran konstruktif digunakan untuk menhasilkan sebuah uraian yang, menjabarkan, menjelaskan dan menyajikan makna sebenarnya dari diagram arsitektur, serta mengangkat permasalahan teraktual termasuk menawarkan sebuah alternatif solusi dengan mengedepankan esensi. Melalui studi kepustakaan, paradigma penggambaran  arsitektur dipertanyakan, khususnya peran dan aplikasi diagram dalam sebuah karya tulis ilmiah.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.