POTENSI ENERGI PANAS BUMI, ANGIN, DAN BIOMASSA MENJADI ENERGI LISTRIK DI INDONESIA

Nurul Amandha Adistia, Rizky Aditya Nurdiansyah, Juno Fariko, Vincent Vincent, Joni Welman Simatupang
| Abstract views: 661 | views: 427

Abstract

The need of energy increases each year. Likewise, the need for electrical energy increased proportionally with the economic development and Indonesian populations. To meet the needs of national electrical energy, the implementation of new and renewable energy is indispensable, such as geothermal energy, wind and biomass. They have substantial potential in Indonesia. This research aims to explore Indonesia’s capacity of new and renewable energy for electrical energy, as well as how much energy that can has already been utilized, and the constraints such as natural and human resources or other factors, to achieve the fulfil the target in 2025 about fulfilment of national electrical energy needs. This research uses Systematic Literature Review (SLR). The data are secondary, which are collected from several journals, research articles, media, and government agency reports, especially the Ministry of energy and mineral resources (ESDM). The result shows that for the installed capacity in the plan for 2019 - 2028, wind energy contributes the highest with 82,76%. Geothermal contributes 25.31%, and biomass contributes 4.92%. In fact, in this year of 2020, new and renewable energy could not meet the government's target. Several factors that impede the development of new and renewable energy, especially the geothermal, wind, and biomass, are funding, bad-coordinated plan, and also the implementation. Additionally, there is COVID-19 pandemic in 2020, and all funds are diverted for the treatment of the pandemic crisis.


ABSTRAK:

Kebutuhan akan energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya waktu. Begitupun kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat seiring perkembangan perekonomian dan penduduk Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, maka peran Energi Baru Terbaharukan (EBT) sangat diperlukan, diantaranya panas bumi, angin, dan biomassa. Ketiga energi tersebut memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi EBT di Indonesia menjadi energi listrik, serta seberapa besar energi yang sudah dapat dimanfaatkan, dan juga kendala-kendala baik alam maupun sumber daya manusia ataupun faktor lain, agar dapat mencapai target terdekat yaitu di tahun 2025 sebagai pemenuhan kebutuhan listrik negara dari EBT. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang dikumpulkan bersifat data sekunder, yaitu berupa pengumpulan jurnal dan artikel penelitian yang sudah ada, dari media massa, dan laporan dari badan pemerintah, khususnya kementerian ESDM. Berdasarkan hasil analisis kapasitas terpasang terhadap rencana energi tahun 2019 – 2028, energi angin memiliki persentase terbesar yaitu 82,76%, panas bumi sebesar 25,31%, dan biomassa sebesar 4,92%. Pada kenyataannya di tahun 2020 ini, EBT belum bisa mencapai target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor penghambat kemajuan proyek pembangunan ataupun peningkatan hasil EBT khususnya panas bumi, angin, dan biomassa, seperti pendanaan, perencanaan yang tidak terkoordinasi dengan baik, dan implementasi yang sulit. Selain itu, di tahun 2020 masih terjadi pandemi COVID-19 yang menjadi faktor penghambat karena semua dana dialihkan untuk penanganan krisis pandemi.


Full Text:

PDF

References

Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, “Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan COVID 19”, 2020. Internet: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/135220/permenkes-no-9-tahun- 2020 [1 Juli 2020].

Internet: https://jabarprov.go.id/Inilah Alasan Naiknya Tagihan Listrik Selama PSBB, [10 Juli 2020].

PP Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional. Internet: https://www.bphn.go.id/data/documents/14pp079.pdf. [1 Juli 2020]

R. Wahyuningsih, “Potensi Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi di Indonesia”, Kolokium Hasil Lapangan- DIM, 2005.

UU nomor 27/2003, Tentang Panas Bumi dan UU nomor 20/2002, Tentang Ketenagalistrikan. Internet: https://jdih.esdm.go.id/storage/document/uu-20-2002.pdf. [1 Juli 2020]

A. Prasetyo, D. Notosudjono, H. Soebagja, “Studi Potensi Penerapan dan Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia”, Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat.

J.W. Simatupang dan K. Sulistiohadi, “Portable Wind Turbine for Energy Recharging Device Applications,” Journal of Electrical and Electronics Engineering (JEEE) President University, vol. 1, no. 1, pp. 19–24, 2016.

A.A.G.M. Pemayun, “Pembangkit Tenaga Biomassa”, Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Universitas Udayana, 2017.

A.I. Pratiwi, M. Asri, “Analisis Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Berbasis Tongkol Jagung”, Fakultas Teknik Universitas Ichsan Gorontalo, Dielektrika, [P-ISSN 20886-9487] [E- ISSN 2579-650x], vol. 5, no.2, pp. 108–115, Agustus 2018.

M. Suprayogi, etc.,”Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi”, Jurnal Energi Media Komunikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Edisi 02 2016.

Suharyati, et al., “Outlook Energi Indonesia 2019”, ISSN 25273000.

Kompasiana, “Energi Panas Bumi Sebagai Energi Terbarukan”, Internet:

https://www.kompasiana.com/tiur/56801b4d3f23bdb90c082179/rekomendasi-energi-panas-

bumi-sebagai-energi-terbarukan, 28 Desember 2015. [1 Juli 2020].

“Skema Prinsip Kerja Energi Panas Bumi”, Internet: https://www.cnzahid.com/2016/12/sistem-

kerja-pembangkit-listrik-tenaga, Desember 2016. [10 Juli 2020].

T.A. Adlie, et al., “Perancangan Turbin Sumbu Horizontal 3 Sudut Dengan Daya Output 1

KW”, Universitas Samudra Meurandeh-Langsa 24416, Aceh, ISSN 2356-5438.

“Biomassa – Pengertian, Prinsip, Manfaat & Contoh Energi”, Internet:

https://rimbakita.com/biomassa, [12 Juli 2020].

Arhamsah, “Pemanfaatan Biomassa Kayu Sebagai Sumber Energi Terbarukan”, Jurnal Riset

Industri Hasil Hutan, vol.2, no.1, pp. 42-48, Juni 2020.

J.W. Simatupang, M. Galina, C.W.D. Lumoindong, “A Survey on The Implementation of FTTX

Service and Technologies in Indonesia: Best Practices and Lessons Learned from Other Asian

Countries,” TRKU Journal (ISSN: 04532198), vol. 62, no. 03, April 2020.

A.P. Tampubolon, et al., “Laporan Status Energi Bersih Indonesia/Potensi, Kapasitas Terpasang dan Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan 2019, Institute for Essential

Service Reform (IESR), Maret 2019.

R.E. Caraka, P.C. Ekacitta, “Simulasi Kalkulator Energi Baru Terbarukan (EBT) Guna

Memenuhi Ketahanan Energi di Indonesia”, Statistika, vol. 16, no. 2, pp. 77-88, November

M. Lauranti, E.A. Djamhari, “Transisi Energi yang Setara di Indonesia: Tantangan dan

Peluang,” Friedrich Ebert Stiftung, Desember 2017.

S. Riyandi, 21 Mei 2012. Internet: https://www.merdeka.com/uang/hambatan pengembangan energi terbarukan. [12 Juli 2020].

Copyright (c) 2020 TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.