GEREJA KATOLIK IBU TERESA DI LIPPO CIKARANG

Lydia Utami, Fermanto Lianto, Mieke Choandi

Abstract


Cikarang sebagai kawasan industri dan tempat tinggal yang sedang berkembang merupakan kota satelit yang mendukung Jakarta. Perkembangan kota menyebabkan pertambahan jumlah penduduk yang menimbulkan kebutuhan religi/ibadah secara keagamaan, terutama penduduk beragama katolik. Satu-satunya Gereja di Cikarang, Gereja Ibu Teresa menggunakan Aula sekolah untuk beribadah dan belum memenuhi standar jumlah umat yang dapat ditampung. Gereja baru di sebelah Sekolah Trinitas dengan kapasitas 1.000 umat, gedung fasilitas yang terdiri dari ruang seksi-seksi dan kategorial untuk mengadakan pertemuan dan rapat, ruang serbaguna dengan kapasitas 400 orang, dan Kapel yang dapat digunakan untuk perayaan Ekaristi dalam skala kecil dengan kapasitas 80 umat, serta pastoral yang digunakan sebagai tempat tinggal Pastor. Kawasan Gereja Ibu Teresa didesain dengan memikirkan sekolah yang ada di sebelah tapak. Ruang terbuka hijau diciptakan di antara Gereja dan sekolah sebagai penghijauan bagi kota dan pemandangan bagi siswa-siswi. Konsep Gereja menggunakan Trinitas, dimana Bapa, Putera, dan Roh Kudus adalah tiga pribadi menjadi satu. Massa utama dibagi menjadi tiga bagian yang menjadi satu kesatuan dengan massa tertinggi di altar yang memberikan kesan sakral. Massa Gereja mengambil bentuk memusat menuju ke atas yang seakan-akan mengarahkan kita menuju Tuhan. Struktur yang digunakan adalah struktur cangkang dengan ketebalan yang disesuaikan dengan bentangannya.

Keywords


Gereja Katolik, Trinitas, Sakral, Struktur Cangkang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



============================