Fungsi Edukasi Melalui Sarana Bercerita pada Interior Museum Zoologi Bogor
Isi Artikel Utama
Abstrak
Museum Zoologi Bogor merupakan sarana pendidikan bagi masyarakat untuk mempelajari keanekaragaman dan ekosistem fauna nusantara. Sebagian besar pengunjung Museum Zoologi Bogor berupa anak sekolah dan mahasiswa untuk keperluan tugasnya. Jarang ada yang berkunjung dengan tujuan berwisata karena mereka anggap kurang menarik. Pada era milenial ini museum tidak hanya berfungsi untuk menyimpan dan memperlihatkan suatu objek peninggalan sejarah, melainkan menjadi wisata yang melibatkan pengunjungnya. Pada era ini, perkembangan teknologi dan kreativitas dibutuhkan dalam sebuah museum. Maka dari itu perlu dilakukan perancangan ulang Interior Museum Zoologi Bogor agar dapat menciptakan sarana rekreasi dan edukasi yang menarik. Dalam melakukan perancangan ulang, diperlukan penelitian berupa pengumpulan data untuk di analisis. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode yang dipelopori oleh Rosemary Kilmer. Proses Desain terbagi menjadi 2 tahap yaitu analisis dan sintesis. Berdasarkan survey yang dilakukan, Museum Zoologi Bogor belum menampilan sarana rekreasi dan edukasi yang baik sehingga minat pengunjung berkurang untuk berwisata. Maka dari itu diperlukan inovasi baru dalam media edukasi dan rekreasi Museum Zoologi Bogor. Museum dirancang dengan melibatkan beberapa indra ketika mengeksplorasi ruang koleksi. Adanya keterlibatan pengunjung dalam kegiatan, museum tidak hanya berfokus pada koleksi namun juga pada pengunjungnya. Dengan adanya perancangan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan daya tarik wisatawan dalam berekreasi sambil mempelajari tentang fauna di Indonesia.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Angela, C. (2022). Perancangan Interior Museum Zoologi Bogor. Prodi Desain Interior. Universitas Tarumanagara. Jakarta
Direktorat Pelindungan Kebudayaan. (2015). Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Museumitle. Www.Kebudayaan.Kemdikbud.Go.Id. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/permasalahan-dan-tantangan-pelestarian-museum/
Eko Titis Prasongko, S. P. (2008). Keanekaragaman Fauna di Indonesia (Tim Editor Umum (ed.)). ALPRIN.
Harly, L. F. (2017). Perencanaan & Perancangan Museum Zoologi dengan Pendekatan Folding Architecture [Universitas Pendidikan Indonesia]. http://repository.upi.edu/34456/
Kilmer, R., & Kilmer, W. O. (2014). Designing Interiors (Second Edi). John Wiley & Sons, Inc.
Kompas.com. (2019). 5 Cara agar Museum Tetap Relevan dengan Masyarakat. https://travel.kompas.com/read/2019/08/29/111100327/5-cara-agar-museum-tetap-relevan-dengan-masyarakat?page=all
Mufidah, I. (2019). Potret Museum Di Indonesia. In D. W. Hadi (Ed.), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sekretariat Jenderal Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan.
Purnama, B. E. (2016). Museum Zoologi Bogor Terlengkap di Asia Tenggara. Mediaindonesia.Com. https://mediaindonesia.com/humaniora/76420/museum-zoologi-bogor-terlengkap-di-asia-tenggara#:~:text=MUSEUM Zoologi Bogor yang diberi,zoologi terlengkap di Asia Tenggara
R, L. (n.d.). Museum Zoologi Simpan Tiga Juta Spesimen Fauna. Http://Lipi.Go.Id/. Retrieved November 1, 2022, from http://lipi.go.id/berita/single/Museum-Zoologi-Simpan-Tiga-Juta-Spesimen-Fauna/6876
Setiawan, R., Indrawan, H., & Ridwan, F. (2020). KESAN PETUALANGAN PADA PERANCANGAN. Mezanin, 3 No. 1(Juli-Desember), 1–7.
Wijaya, G. K. (2022). Museum Zoologi Bogor Lakukan Adaptasi di Masa Pandemi. Jurnalpost.Com. https://jurnalpost.com/museum-zoologi-bogor-lakukan-adaptasi-di-masa-pandemi/31629/