Penerapan Balaksuji dan Langkan pada Rumah Tradisional Betawi di Kampung Betawi, Jakarta Selatan

Gresceila Wijayanti

Abstract


Setiap daerah mempunyai rumah tradisionalnya masing-masing yang memiliki kekhasannya tersendiri, tidak terkecuali dengan daerah Jakarta yang memiliki rumah tradisional Betawi sebagai rumah tradisionalnya. Sayangnya seiring dengan adanya arus globalisasi, keberadaan dari rumah tradisional Betawi di Jakarta kian menyusut tergantikan dengan rumah-rumah moderen. Untuk menyiasatinya, Pemerintah DKI Jakarta membuat kawasan pelestarian budaya Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan yang diberi nama Perkampungan Betawi. Salah satu dari bagian rumah Betawi yang menjadi ciri khas adalah balaksuji dan langkan. Balaksuji dan langkan merupakan bagian dari rumah Betawi yang paling mudah terlihat karena merupakan bagian dari tampak depan rumah Betawi, keduanya memiliki arti dan filosofi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Betawi. Bersama dengan adanya globalisasi, masyarakat Betawi mulai mengalami perubahan pola hidup. Hal ini juga berdampak kepada rumah sebagai tempat bernaung yang diubah menyesuaikan aktivitas penghuni rumah tersebut. Perubahan ini juga turut mempengaruhi balaksuji dan langkan serta tiang penghubungnya. Adanya sinyalemen perubahan tersebut mendorong diadakannya penelitian ini yang bertujuan untuk mendeteksi setiap perubahan dan adaptasi dari setiap elemen balaksuji maupun langkan. Hasil penelitian memperlihatkan perubahan yang paling terlihat adalah pergantian material menjadi material yang lebih moderen. Selain perubahan material, penambahan ragam hias sebagai aksentuasi juga turut terlihat dikarenakan adanya selera pribadi dari pemilik rumah tersebut. Sementara yang bertahan adalah makna filosofisnya.


Kata kunci: Rumah Betawi, balaksuji, langkan, tiang


Full Text:

PDF


MEZANIN

Universitas Tarumanagara

Kampus 1

Fakultas Seni Rupa dan Desain

Gedung K Lantai 4

Jl. Letjen S. Parman No. 1,

Jakarta Barat, 11440