Representasi Ketidaksetaraan Gender pada Serial Drama 13 Reasons Why (Analisis Wacana Kritis Van Dijk)

Reginald Gusli, Wulan Purnama Sari
| Abstract views: 286 | views: 492

Abstract

This study is a careful study to find out that there is a message of gender inequality in social reality on the Netflix Original Series entitled 13 Reasons Why. The research method that I use here is to use qualitative methods. Research techniques are using Van Djik's critical discourse analysis techniques. Data collection techniques using observation techniques. Observations were made with observations by the author of 13 Reasons Why and watched the series in detail to capture any events related to the topic of analysis. From the observations made by the author, the narration of events and scene footage clearly shows the elements of gender inequality and is also supported by gender theory which is associated with the characteristics of Van Djik's discourse analysis, so that the research conducted has results that strengthen the hypothesis of the author. 


Penelitian ini penulis teliti bertujuan untuk mengetahui bahwa adanya pesan ketidaksetaraan gender dalam realitas sosial pada Netflix Original Series berjudul 13 Reasons Why. Metode penelitian yang penulis pakai disini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penelitian memakai teknik analisis wacana kritis Van Dijk. Teknik pengumpulan data menggunakan yaitu teknik observasi. Observasi dilakukan dengan kegiatan pengamatan yang penulis lakukan terhadap 1 Reasons Why dan menyaksikan serial tersebut secara detail untuk menangkap peristiwa yang terkait dengan topik analisis. Dari hasil pengamatan yang penulis lakukan, narasi peristiwa dan cuplikan adegan memperlihatkan jelas mengenai unsur ketidaksetaraan gender tersebut dan juga didukung oleh teori gender yang dikaitkan dengan karakteristik dari analisis wacana Van Dijk, sehingga penelitian yang dilakukan memiliki hasil yang memperkuat hipotesis dari penulis.

Keywords

Netflix; 13 Reasons Why; Gender Inequality; Critical Discourse Analysis; Ketidaksetaraan Gender; Analisis wacana kritis

Full Text:

PDF

References

Anggito, Albi., & Setiawan, Johan (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi : CV Jejak.

Anjungroso, Fajar. (2018, 4 Oktober) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kalahkan YouTube, Netflix Paling Banyak Sedot Kapasitas Bandwidth Dunia. (Agustus, 22 2019) Tribun News https://www.tribunnews.com/techno/2018/10/04/klaahkan-youtube-netflix-paling-banyak-sedot-kapasitas-bandwidth-dunia.

Eriyanto. (2011). Analisis Wacana Kritis : Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta : LKiS.

IMDB. (2017, 31 Maret) Informasi mendalam tentang serial Netflix 13 Reasons Why. Oktober, 10 2019. IMDB.

https://www.imdb.com/title/tt1837492/episodes?season=1&ref_=tt_eps_sn_1

Kurniawan, Olivia. (2017). Analisis Wacana Nasionalisme Dalam Film 5cm. Skripsi Universitas Tarumanagara Jakarta.

Wintarto, Wiwien. (2016, 9 Desember). Berkenalan dengan "Binge Watching". (Agustus, 21 2019) Kompasiana.

https://www.kompasiana.com/komentar/wiwienwintarto/584ad4682b7a616839963571/berkenalan-dengan-binge-watching.

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.