Studi Fenomenologi Penyelarasan Makna dan Pengalaman Penikmat Warung Kopi di Ambon

Wulan Purnama Sari
| Abstract views: 431 | views: 296

Abstract

Indonesia is one of the largest coffee producing countries in the world. Coffee plants themselves are not native to Indonesia, coffee was brought in by the Dutch during colonial times, since then coffee has become part of the culture and habits of the Indonesian people. Lately the trend of drinking coffee has begun to return to popularity. This can be seen from the large number of coffee shops that have emerged. The trend of drinking coffee and coffee shops also reaches Ambon. Coffee shops in Ambon are also a symbol of peace, that in coffee shops all groups are free to gather. This study examines intercultural communication that occurs in coffee shops in Ambon, and aim to describe how actors involved in communication create their social reality. The study elaborate CMM (Co-Ordinated Management of Meaning) theory and conducted using qualitative methods, with a phenomenological approach. The research data was obtained through in-depth interviews with speakers and also observation and literature review. The results of the study show that the consequences of the conflict in the coffee shop are distinguished by region, Islam and Christianity, so that visitors also become separated between groups. Communication occurs between actors in one group, both between owners and visitors who are in the same category. Different of communication can be seen verbally and non-verbally. 



Indonesia merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Tanaman kopi sendiri bukan tanaman asli Indonesia, kopi dibawa masuk oleh Belanda pada masa penjajahan, mulai sejak itu meminum kopi telah menjadi bagian dari budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Belakangan ini trend minum kopi mulai kembali popular. Hal ini dapat dilihat dari banyak jumlah warung kopi yang muncul. Trend minum kopi dan warung kopi ini juga sampai ke Ambon. Warung kopi di Ambon juga merupakan simbol dari perdamaian, bahwa dalam warung kopi semua kelompok bebas berkumpul. Penelitian ini mengkaji komunikasi antar budaya yang terjadi dalam warung kopi di Ambon, serta bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktor yang terlibat komunikasi menciptakan realitas sosialnya. Penelitian mengelaborasi teori CMM (Co-Ordinated Management of Meaning) dan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber dan juga observasi serta kajian pustaka. Hasil dari penelitian menunjukkan akibat dari konflik warung kopi dibedakan berdasarkan wilayahnya, Islam dan Kristen, sehingga pengunjung juga menjadi terpisah antar kelompok. Komunikasi terjadi antar aktor dalam satu kelompok, baik antara pemilik dengan pengunjung yang sama-sama dalam kategori satu kelompok. Perbedaan komunikasi dapat terlihat secara verbal dan non-verbal.

Keywords

Ambon; intercultural communication; non-verbal & verbal communication; komunikasi antar budaya; komunikasi non-verbal & verbal

Full Text:

PDF

References

Adiakurnia, M. I. (2017, November 14). Hangatnya Jalan Said, Surganya “Coffee Shop” di Ambon. Travel Kompas.Com. Retrieved from https://travel.kompas.com/read/2017/11/14/140400027/hangatnya-jalan-said-surganya-coffee-shop-di-ambon

Anggoro, A. P., Finesso, G. M., & Wresti, M. C. (2013, October 22). Ambon (Teruslah) Menyanyi. Travel Kompas.Com. Retrieved from https://travel.kompas.com/read/2013/10/22/0829062/Ambon.Teruslah.Menyanyi

Aprilia, A. (2017, August 26). Tradisi Minum Kopi di Indonesia Ternyata Muncul Setelah Belanda Membawa Biji Kopi. Lifestyle Okezone.Com. Retrieved from https://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/25/406/1763407/okez

one-week-end-tradisi-minum-kopi-di-indonesia-ternyata-muncul-setelah-belanda-membawa-biji-kopi

Aziz, Na. A. (2011, October 2). Pertikaian di Ambon Bukan Konflik Agama. Nasional Kompas.Com. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2011/10/02/20394476/Pertikaian.di.Ambon.Bukan.Konflik.Agama.

Bakri, H. (2015). Resolusi Konflik Melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambon. The POLITICS: Jurnal MAgister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(1), 51–60. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/102761-ID-resolusi-konflik-melalui-pendekatan-kear.pdf

Cangara, H. (2008). Pengantar Ilmu Komunikasi, Edisi Revisi 2008 PT. Raja Grasindo Persada, Jakarta.

Dandirwalu, R. (2014). Totem Ambon Manise: Membongkar Segregasi Teritorial Berbasis Agama di Kota Ambon. Jurnal Antropologi Indonesia, 35(1), 30–44. Retrieved from http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/viewFile/5511/3534

Dewi, T. L. (2017, November 10). Mendarah Daging Jadi Gaya Hidup Orang Indonesia, Ternyata dari Sini Budaya Ngopi Berawal. Travel Tribunnews.Com. Retrieved from https://travel.tribunnews.com/2017/11/10/mendarah-daging-jadi-gaya-hidup-orang-indonesia-ternyata-dari-sini-budaya-ngopi-berawal

Erman, E. (2014). Dinamika Komunitas Warung Kopi Dan Politik Resistensi Di Pulau Belitung. Masyarakat Indonesia, 40(1), 89–107. Retrieved from http://ejournal.lipi.go.id/index.php/jmiipsk/article/view/108/26

Ernas, S. (2016). Architecture of Peace in Ambon: Reading Dynamics of Peace After Ten Years of Conflict. Al-Albab, 5(2), 219–236. Retrieved from https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alalbab/article/view/504/368

Fajriyah, T. (2017). Menjajal Kenikmatan Kopi Khas Ambon, Kopi Rarobang. Retrieved April 22, 2019, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170425122415-262-209927/menjajal-kenikmatan-kopi-khas-ambon-kopi-rarobang

Gumulya, D., & Helmi, I. S. (2017). Kajian Budaya Minum Kopi di Indonesia. Dimensi, 13(2), 153–172. Retrieved from https://trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/index.php/dimensi/article/viewFile/1785/1545

Hakis, H. (2015). Komunikasi Antar Umat Beragama di Kota Ambon. Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 98–113. https://doi.org/10.15642/JKI.2015.5.1.98-113

Hitiyahubessy, A. A., Utami, S., & Widiyatmadi, E. (2015). Resiliensi Perempuan Korban Konflik Ambon. PREDIKSI, 4(1), 19. Retrieved from http://journal.unika.ac.id/index.php/pre/article/view/499/425

Indonesia salah satu penghasil kopi terbesar, tapi bukan peminum kopi terbanyak - BBC News Indonesia. (2018). Retrieved April 22, 2019, from https://www.bbc.com/indonesia/majalah-43772934

Krisandi, E., Setyono, B., & Utomo, T. C. (2013). Resolusi Konflik Komunal di Maluku Pasca Reformasi. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1–11. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/111314-ID-resolusi-konflik-komunal-di-maluku-pasca.pdf

Maradona, S. (2011, March 20). 60 Tahun Lika Liku Orang Maluku di Belanda | Republika Online. Republika.Co.Id. Retrieved from https://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/20/170982-60-tahun-lika-liku-orang-maluku-di-belanda

Menikmati Kelezatan Kopi Khas Ambon. (2012). Retrieved April 22, 2019, from https://www.beritasatu.com/kuliner/30928-menikmati-kelezatan-kopi-khas-ambon.html

Patton, M. Q. (2002). Qualitative analysis and interpretation. In Qualitative research & evaluation methods.

Putra, M. A. (2018). Harum Kopi Pembawa Damai di Rumah Kopi Sibu Sibu Ambon. Retrieved April 22, 2019, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180113162923-262-268628/harum-kopi-pembawa-damai-di-rumah-kopi-sibu-sibu-ambon

Qurtuby, S. Al. (2017). Belajar Toleransi Agama dari Ambon. Retrieved April 22, 2019, from https://www.liputan6.com/news/read/3100627/belajar-toleransi-agama-dari-ambon

Rahawarin, Y. (2013). Kerjasama Antar Umat Beragama: Studi Rekonsiliasi Konflik Agama di Maluku dan Tual. KALAM, 7(1), 95–120. Retrieved from http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/KALAM/article/view/451/2626

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya (7th ed.). Salemba Humanika.

Santoso, L. S. (2017). Etnografi Warung Kopi: Politik Identitas Cangkrukan di Kota Surabaya dan Sidoarjo. Mozaik Humaniora, 17(1), 113–125. https://doi.org/10.20473/MH.V17I1.6594

Sugiyono. (2013). metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. In Bandung: Alfabeta. https://doi.org/10.1164/rccm.200409-1267OC

West, R., & Turner, L. H. (2008). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. (N. Setyaningsih, Ed.). jakarta: Salemba Humanika.

Copyright (c) 2020 Jurnal Komunikasi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.