Analisis Framing Pemberitaan Kisruh Partai Golkar Pasca Keputusan Menkumham Dalam Program Dialog Primetime News Metrotv Dan Kabar Petang Tvone

Etika Widya Kusumadewi, Farid Rusdi
| Abstract views: 1549 | views: 803

Abstract

Abstract:

In the span of 2014 to 2015, the Golkar Party experienced a tumultuous duality of leadership between Aburizal Bakrie and Agung Laksono version. The Government through the Ministry of Justice and Human Rights issued a decree stating Golkar Party Agung Laksono version is a legitimate stewardship. Two national television news station, Metro TV and TVOne, which are both owned by political party leaders, also 'warm' to the conflict on both sides. This study aims to understand, analyze, describe and compare dialog program Primetime News Metro and Evening News TVOne in framing news Golkar chaotic post-issuance of a decree by the Minister of Justice and Human Rights. Data analysis techniques used in this research is the analysis method with the paradigm framing or constructionist approach. This study uses a model framing analytical approach by using categorization Murray Edelman. From the results of research show can be quite impartial Metro while TVOne are beyond reasonable limits. Both seemed to favor and do not promote objectivity. Media ownership is considered to impact content that do both.

Abstrak:

Pada rentang waktu 2014 hingga 2015 Partai Golkar mengalami kisruh dualisme kepemimpinan yakni Golkar Aburizal Bakrie versi Munas Bali dan Golkar Agung Laksono versi Munas Jakarta. Menkumham kemudian mengeluarkan SK yang semakin membuat panas tubuh partai. Dua media televisi nasional, Metro TV dan TVOne, yang keduanya dimiliki oleh pimpinan partai politik, turut ‘menghangatkan’ konflik kedua kubu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menganalisis, mendeskripsikan serta menbandingkan program dialog Primetime News MetroTV dan Kabar Petang TVOne dalam membingkai pemberitaan kisruh partai Golkar pasca dikeluarkannya SK Menkumham yang isinya menyatakan Golkar Agung Laksono adalah kepengurusan yang sah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis framing dengan paradigma atau pendekatan konstruksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis framing model Murray Edelman dengan menggunakan kategorisasi. Dari hasil penelitian menunjukan MetroTV dapat dikatakan cukup berimbang sedangkan TVOne berada diluar batas wajar. Dapat dilihat keduanya berpihak dan tidak mengedepankan objektivitas. Juga kepemilikan media dinilai memberi dampak terhadap isi pemberitaan yang dilakukan keduanya.

 

Keywords

framing; Edelman; television; political party; news; framing; Edelman; televisi; partai politik; berita

Full Text:

PDF

References

Cangara, Hafied. (2011). Komunikasi politik: konsep, teori, dan strategi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Eriyanto. (2002). Analisi framing: konstruksi, ideologi, dan politik media. Yogyakarta: PT LkiS Pelangi Aksara.

Hamad, Ibnu. (2004). Konstruksi realitas politik dalam media massa: Sebuah studi critical discourse analysis terhadap berita-berita politik. Jakarta: Granit

McQuail, Denis. (2011). Teori komunikasi massa edisi 6 buku 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Shoemaker and Reese, (1996). Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content, Second Edition. Longman,. New York.

Copyright (c) 2017 Jurnal Komunikasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.