Makna Teks Ujaran Kebencian Pada Media Sosial

Dita Kusumasari, S. Arifianto
| Abstract views: 531 | views: 384

Abstract

 

Public sphere in social media, which should be used for information exchange, science, also democratic and independent values, currently are partially replaced by certain political economic matters. The public sphere has shifted into media of spreading hate speech. For that reason, this study aims to explain the meaning of the use of public sphere for presence of hate speech texts which are constructed to attack others with differing ideological and political views; also describes factors that affect the use of hate speech. This study applies phenomenological approach to the text of speech hate on social media and its critical impact in Indonesia. Data collection is done through observation, comparison theory, and literature studies. By referring the concept of Habermas (1989) related public sphere, supported by expert statements and qualitative data; conclusions of this article show that public sphere in social media is no longer functioning as a communication media, where thought and knowledge are exchanged for values in a dialogical, independent and democratic way. Its existence has partially replaced by capitalist economic forces and pragmatic politics in order to achieve certain goals instantly, at the expense of its values and social cultural ethics.

 

Ruang publik pada media sosial, yang seharusnya berfungsi sebagai tempat pertukaran gagasan dan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai secara demokratis dan independen, sebagian kini telah tergantikan oleh kekuatan ekonomi politik tertentu. Fungsi ruang publik tersebut kini telah bergeser sebagai arena penyebaran teks ujaran kebencian, yang menyebabkan audiens mengalami kesulitan dalam membedakan informasi yang akurat dengan teks yang berupa berita palsu, termasuk ujaran kebencian. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis makna teks ujaran kebencian yang beredar melalui saluran media sosial. Artikel ini menjabarkan penggunaan ruang publik atas hadirnya teks ujaran kebencian yang dikonstruksi untuk menyerang pihak lain dengan pandangan ideologi dan politik yang berbeda; serta menjelaskan faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan teks ujaran kebencian. Penelitian ini menerapkan pendekatan fenomenologi terhadap teks ujaran kebencian pada media sosial dan dampak kritisnya di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perbandingan teori, dan studi literatur. Dengan penjabaran yang mengacu pada konsep Habermas (1989) tentang ruang publik, didukung data kualitatif dan argumen lainnya, simpulan dalam artikel ini menunjukkan bahwa ruang publik pada media sosial bukan lagi hanya berfungsi sebagai arena berkomunikasi, tempat pemikiran dan pengetahuan dipertukarkan nilai nilai secara dialogis, independen dan demokratis. Keberadaannya sebagian telah tergeser oleh kekuatan ekonomi kapitalis dan politik pragmatis untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat instan, dengan mengorbankan nilai dan estetika sosial budayanya.

Keywords

hate speech; political economic value; public sphere; social media; media sosial; nilai ekonomi politik; ruang publik; ujaran kebencian

Full Text:

PDF

References

BBC News Indonesia. (2017). Kasus Saracen: Pesan kebencian dan hoax di media sosial 'memang terorganisir'. 24 Agustus 2017. https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41022914.

Chazawi, Adami & Ardi Ferdian. (2011). Tindak Pidana Informasi & Transaksi Elektronik Penyerangan Terhadap Kepentingan Hukum Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik. Malang: Banyumedia Publishing.

Chirpstory. (2017). Membongkar Industri Kapital Hoax. Oleh @santriGD. https://chirpstory.com/li/343766.

Ghanea, Nazila. (2013). Intersectionality and the Spectrums of Racist Hate Speech: Proposals to the UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination. Human Right Quarterly, 35:935-954. https://www. scribd.com/document/274008777/Intersectionality-and-the-Spectrum-of-Racist-Hate-Speech-Proposals-to-the-UN-Committee-on-the-Elimination-of-Racial-Discrimination.

Habermas, Jurgen. (1989). The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. Cambridge: Polity.

Herring, Susan. (2008). Questioning the generational divide: technological exoticism and adult constructions of online youth identity, in David Buckingham (ed.) Youth, Identity and Digital Media. Cambridge, MA & London: The MIT Press 2008, pp. 71–94.

Indrajaya, S. E., dan Lukitawati, L. (2019). Tingkat Kepercayaan Generasi Z terhadap Berita Infografis dan Berita Ringkas di Media Sosial. Jurnal Komunikasi, 11(2), pp. 169-182. https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/5045

Jenkins, Ford., & Green. (2009). Spreadable Media: Creating Value and Meaning in a networked Culture. New York: New York University Press.

Johnson, R. Burke, Onwuegbuzie, A.J. (2004). Mixed Methods Research: A Research Paradigm Whose Time Has Come. Educational Researcher, 33(7), pp. 14-26.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

McDevitt, J., Levin, J., & Bennett, S. (2002). Hate Crime Offenders: An Expanded Typology. Journal of Social Issues, 58(2), pp. 303–317.

McKee, Alan. (2005). The Public Sphere: An Introduction. Cambridge: Cambridge University Press.

Napoli, P. M. (2016). The Audience as Product, Consumer, and Producer in the Contemporary Media Marketplace. Managing Media Firms and Industries, Media Business and Innovation, pp. 261–275.

Oliver, Boyd-Barrett., & Newbold, Chris. (1995). Approaches to Media: A Reader. London: Arnold.

Sibert, Freds, et all. (1973). Four Theories of The Press. Chicago: University Illinois Press Urbana.

Taylor, Robert S. (2012). Hate Speech, The Priority of Liberty, and the Temptations of Nonideal Theory: Ethic Theory Moral Prac. 15:353-368. http://eresources.go.id/10.1007/s10677-011-9287-6.

Tempo. (2018). Hate Speech di Media Sosial, Intip 3 Jurus Menghindarinya. Anastasia Pramudita D. Tempo, 30 Maret 2018.

Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Undang Undang nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Vainikka, E., Herkman, J. (2013). Generation of content-producers? The reading and media production practices of young adults. Participations, Journal of Audience & Receptions Studies, 10(2), pp. 118-138.

Weber, Anne. (2009). Manual on Hate Speech. Council of Europe Publishing F.67075. Strasbourg Cedex, http://book.coe.int/9/10/17.

Copyright (c) 2020 Jurnal Komunikasi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.