Diskoneksi Nomad: Paradoks Kemenjadian dalam Sosial Media bertema Travelling

Dian Arymami
| Abstract views: 75 | views: 21

Abstract

In the midst of global economic development, traveling activities have experienced a rapid increase as a culture of leisure and recreation among the people of Indonesia. The journey narrated by bloggers and influencers (influencers) has created its own lifestyle trends and further values that are intertwined with the daily culture of society. This study examines the narrative of the journey of bloggers on Instagram as textual artifacts to gain insight into how the values and culture of human life are woven into the phenomenon of travel. This study uses semiotic analysis which is read further by using the Deleuze and Guattari concepts regarding the ‘becoming self’. This research departs from narrative assumptions and representations which are seen as representative of molecular political forms that subvert the molar identity and fixed position. The results of this research show representations of travel extending the value of independence, solitude, individualism, creativity, freedom and modernity. Where the journey itself is seen as a primary need that is pleasant, cheerful and calming. Furthermore, in the eyes of schizophrenic unconsciousness, the phenomenon of traveling mediated by the text of bloggers confirms the presence of schizo subjects. A paradoxical subject, where the collective movement through travel is a joint movement to be alone.

 

Di tengah perkembangan ekonomi global, aktifitas travelling mengalami peningkatan pesat sebagai budaya kesenangan di waktu luang (leisure) dan rekreasi di kalangan masyarakat Indonesia. Perjalanan yang dinarasikan para bloggers maupun influencers (pemberi pengaruh) telah menciptakan tren gaya hidup tersendiri dan lebih jauh nilai-nilai yang berjalinan dengan budaya keseharian masyarakat. Penelitian ini menelaah narasi perjalanan bloggers di Instagram sebagai artefak tekstual untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana nilai dan budaya kehidupan manusia terajut dalam fenomena perjalanan. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika yang dibaca lebih lanjut dengan menggunakan konsep Deleuze dan Guattari mengenai ‘diri yang menjadi’. Penelitian ini berangkat dari asumsi narasi dan representasi yang dilihat sebagai perwakilan bentuk-bentuk politik molekuler yang menumbangkan identitas molar dan posisi tetap. Hasil dari peneltian ini menunjukan representasi perjalanan memperluas nilai kemandirian, kesendirian, individualisme, kreatifitas, bebas dan modern. Di mana perjalanan itu sendiri dilihat sebagai kebutuhan primer yang menyenangkan, ceria dan menenangkan. Lebih lanjut dalam kacamata ketidaksadaran masyarakat skizofrenik, fenomena traveling yang termediasi oleh teks para bloggers menegaskan kehadiran subyek skizo. Subyek yang penuh paradoks, dimana gerakan kolektif melalui perjalanan merupakan gerakan bersama untuk menjadi sendiri.

Keywords

Deleuze-Guattari; information society; social media; travelling; travelling blogs; masyarakat informasi; media sosial; perjalanan; blog perjalanan

Full Text:

PDF

References

ASEANUP (March 2018, 20). Top 50 Blogs from Indonesia 2018. https://aseanup.com/top-50-blogs-indonesia/, diakses pada 2018, Maret 27

Azariah, Ruth Deepti. (2017). Tourism, Travel, and Blogging: A discursive analysis of online travel narratives (New Directions in Tourism Analysis) 1st Edition. New York: Routledge.

Deleuze and Guattari. (1977). Anti-Oedipus: Capitalism and Schizophrenia. Viking Press.

Galani-Moutafi, Vasiliki. (2000). The Self and the Other: Traveler, Ethnographer, Tourist. Annals of Tourism Research. 27. 203-224. 10.1016/S0160-7383(99)00066-3.

Gani, Kemal. (2015). 8 Wajah Kelas Menengah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Hermawan, Heru. (2017). Traveling sebagai Gaya Hidup Mahasiswa Yogyakarta. Journal Sosiologi UNY 1:1.

Mansfield, Nick (2000). Subjectivity: Theories of the Self from Freud to Haraway. NYU Press

Marine-Roig, Estella. (2014). A webometric analysis of travel blogs and review hosting: the case of Catalonia. Journal of Travel & Tourism Marketing 31 (3) 381-396.

Noth, Winfried. (1990). Handbook of Semiotics. Indiana University Press

Trinity. (2007). The Naked Traveler. Yogyakarta: C | publishing

Turkel, Shirley. (1995). Life on Screen: Identity in the Age of Internet. UK: Simon & Schuster

Turkel, Shirley. (2005). The Second Self: Computers and The Human Spirit. London: The MIT Press.

Utari, Marthapuri Dwi (24 Juli, 2018).11 Travel Blogger Terkenal Asal Indonesia yang Suka dengan Petualangan. Terarsip dalam https://highlight.id/daftar-nama-travel-blogger-indonesia-sukses-terkenal/ diakses 10 September 2018

Yudasmoro. (2012). Travel Writer. Solo: Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai.

Yuwoshadi & Gani. (2015). Delapan Wajah Kelas Menengah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Copyright (c) 2019 Jurnal Komunikasi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.