Etika Jurnalisme Bencana Dalam Berita Televisi (Bencana Gunung Berapi Sinabung Di Tvone)

Main Article Content

Christiany Juditha

Abstract

Abstract

Indonesia is a disaster country and continue to experience a disaster. This makes the mass media, especially television to broadcast the news about disaster. But many disaster news broadcast journalism override the principle of disaster which always dwell on the traumatic and dramatic of victim. This study to get an overview of the application of ethical journalism idsaster in television news especially disaster of Sinabung volcano on TVOne. This study uses content analysis qualitative. The results of the study concluded that TvOne not fully implement the ethics of disaster reporting in accordance with Article 25 and the Code of Conduct Program Standard Broadcasting, Broadcasting Commission of Indonesia of 2012, but the number of news is relatively very little.

Abstrak

Indonesia adalah negara rawan bencana dan terus mengalami bencana alam. Ini membuat media massa tanah air khususnya televisi juga dipenuhi berita-berita bencana. Tetapi berita bencana yang ditayangkan seringkali mengesampingkan prinsip jurnalisme bencana dimana selalu berkutat pada traumatik dan dramatik korban saja. Karena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan etika jurnalisme bencana dalam berita televisi khususnya bencana gunung berapi Sinabung di TvOne. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian menyimpukan bahwa TvOne belum sepenuhnya menerapkan etika peliputan bencana sesuai Pasal 25 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012, tetapi dengan jumlah berita yang relatif sangat sedikit.

Article Details

How to Cite
Juditha, C. (2016). Etika Jurnalisme Bencana Dalam Berita Televisi (Bencana Gunung Berapi Sinabung Di Tvone). Jurnal Komunikasi, 6(1), 24–40. https://doi.org/10.24912/jk.v6i1.22
Section
Articles

References

Abrar, Ana Nadhya. 2008. Memberdayakan Masyarakat Lewat Penyiaran Berita Bencana Alam. Jurnal Sospol UGM, Vol 11, No 3 (2008). http:// jurnalsospol. fisipol. ugm.ac.id/index.php/jsp/article/view/49 diakses 12 Februari 2014.

Aka, Surya. Etika Tayangan Kesedihan Sukhoi. Jawa Pos, 16 mei 2012.

Arismunandar, Satrio. Kebijakan Redaksi dalam Memberitakan Bencana. https://groups.google.com/forum/#!topic/bencana/27OjE9ZiOkw, diakses 17 feb

Asep S.Muhtadi.1999. Jurnalistik: Pendekatan Teori dan Praktek. Jakarta: Logos. 144- 145.

BBC. Tsunami. http:// www.bbc.co.uk/ indonesia/ berita_indonesia/

/08/110810_indonesia_tsunami. shtml. Diakses Februari 2014.

Berger, Peter L dan Thomas, Lukman. 1966. The Social Construction of Reality. A Treatise in The Sociology of Knowlegde. Diterjemahkan oleh Basari, Hasan, 1990. Tafsir Sosial Atas Kenyataan: sebuah Risalah Tentang Sosiologi

Pengetahuan. Jakarta: LP3ES.

Clark, R. P. (October 12, 2006). Skepticism: The antidote to 'Truthiness' in American

government and media. Poynter Institute. http://www.poynter.org/how- tos/newsgathering-storytelling/writing-tools/78751/skepticism-the-antidote-to- truthiness-in-american-government-and-media/

Dart Center. 2006. Meliput Trauma: Panduan Untuk Para Wartawan, Redaktur, dan Manajer. Dart Centre for Journalist & Trauma. www. dartcenter.org/files/bahasa_tnj.pdf. diakses 14 Februari 2014.

Deddy Iskandar Muda. 2005. Jurnalistik Televisi.Menjadi Reporter Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya. 21-22.

Effendy, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.174.

Goleman, David. 1995. Emotional Intelegency. http://www.danielgoleman.info/topics/emotional-intelligence/ diakses 19 Februari 2014.

Handayani, Klara Harlyn. 2011. Pengaruh Pemberitaan Bencana Alam Meletusnya Gunung Merapi Terhadap Sikap Masyarakat. Tesis, UAJY.

Hartley, John. 2002. Communication, Cultural and Media Studies: The Key Concepts, third edition. London and New York: Routledge. 147.

Kovach, Bill dan Tom Resenstiel. 2006. Sembilan elemen Jurnalisme. Jakarta : Yayasan Pantau.

KPI, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Prenada Media.69,247.

Masduki. 2007. Setahun Berita Gempa : Perjuangan Melawan Lupa, Jurnal Media,

?????????39

ISSN 2085-1979

Jurnalisme dan Budaya Populer. 240-244.

Christiany Juditha: Etika Jurnalisme Bencana Dalam Berita Televisi (Bencana Gunung Berapi Sinabung Di TV one)

Mullan, Dede. Tragedi Sukoi dan TV. Pikiran Rakyat, 18 Mei 2011.

Nazaruddin, Muzayin. 2007. Jurnalisme Bencana: Sebuah Tinjauan Etis. Jurnal

Komunikasi, Volume 1, Nomor 2, April 2007.

__________________. 2007. Kritik Jurnalisme Bencana. Bernas Jogja. www.

communication.uii.ac.id/ images/ artikel/ Kritik%20Jurnalisme%20 Bencana.pdf).

diakses 12 Februari 2014.

Oetama, Jakob.1987. Perspektif Pers Indonesia. Jakarta : Penerbit LP3ES. 188. Petriella, Yanita. 2013. Pedoman Perilaku Penyiaran Dan Standar Program Siaran

Dalam Pemberitaan Bencana Banjir Di Televisi. S1 thesis, UAJY.

Philo, Greg. 2002. Television News and Audiences Understanding of War Conflic and

Disaster. Jorunalism Studies, Volume 3, Number 2, 2002.

TvOne. 2014. Kabar Siang. http://video.tvonenews.tv/program/kabar_siang.

Wardaya. 2012. Tragedi dalam Bingkai Media di Suara Pembaruan. www. dewanpers.or.id/dlfile.php?nmfile=buletin1_november10.pdf. diakses 12 Februari

Zulfiani Lubis. 2010. Berita Jangan Eksploitasi Korban Bencana Alam. Jakarta : Dewan

Pers.