ANALISIS TIANG PANCANG SEBAGAI DINDING PENAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM METODE ELEMEN HINGGA

Hans Wilsen Cahyadinata, Chaidir Anwar Makarim
| Abstract views: 317 | views: 281

Abstract

In recent years the number of  infrastructure construction in Indonesia is surging. Sometimes soil excavation and filling at the construction site needed to be done. Disturbtion of soil may cause soil instability at the site so in order to prevent it from collapsing constructing a retaining wall is one  possible solution like constructing a retaining wall from concrete piles on river flow area to replace the old soil retaining wall that broke down. Rainfall is simulated by staging the rise of both groundwater and river surface level. The concrete piles used have dimension of 400x400 mm and 0,8 m between each pile and topped of with capping beam 0,8 m wide and 0,5 m thick. Calculation is done by program for deflection and moment of pile with Mohr-Coulomb model. Deflection and moment of pile when groundwater level is at -6 meter is 2,376 cm and 115,40 kNm, then 4,245 cm and 199,95 kNm when groundwater level reaches ±0 meter. The results will then be compared  agaisnt maximum deflection and moment allowed for the pile. After analysis is done it is found that both deflection and moment experienced a greater jump in value when groundwater level is nearing top of pile.

 

Abstrak

Beberapa tahun belakangan banyak pembangunan yang berjalan di Indonesia. Namun terkadang kontur tanah pada lokasi pembangunan kurang sesuai dengan kebutuhan desain sehingga dilakukan penggalian atau pengurugan. Pengubahan kontur tanah dapat menyebabkan ketidakstabilan pada tanah di lokasi sehingga salah satu solusi untuk mencegah terjadinya longsor pada tanah adalah dengan membuat dinding penahan tanah. Salah satu hal yang menarik adalah pembangunan dinding penahan tanah dari tiang pancang beton di daerah aliran sungai untuk menggantikan dinding penahan tanah lama yang rusak. Perhitungan akan mensimulasikan terjadinya hujan sehingga terjadi peningkatan muka air tanah dan permukaan sungai secara bertahap. Tiang yang digunakan pada pemodelan memiliki ukuran 400x400 mm dengan jarak antar tiang 0,8 meter yang dihubungkan oleh capping beam selebar 0,8 meter dan tebal 0,5 meter. Perhitungan dilakukan dengan program untuk mencari defleksi dan momen pada tiang pada pemodelan Mohr-Coulomb. Defleksi dan momen yang terjadi pada tiang saat muka air tanah -6 meter sebesar 2,376 cm dan 115,40 kNm, kemudian saat ±0 meter sebesar 4,245 cm dan 199,95 kNm. Hasil defleksi dan momen kemudian dibandingkan terhadap syarat batas yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah analisis dilakukan ditemukan bahwa kenaikan defleksi dan momen paling besar terjadi pada tahap dimana air naik mendekati puncak tiang.

Keywords

dinding penahan tanah; tiang pancang beton; sungai; muka air tanah; metode elemen hingga

Full Text:

PDF

References

Ameratunga, Jay, Nagaratnam Sivakugan dan Braja M. Das. Correlations of Soil and Rock Properties in Geotechnical Engineering. India: Springer, 2015.

Budhu, Muni. Soil Mechanics and Foundations. United States of America: John Wiley and Sons, 2000.

Cook, Robert D. Konsep dan Aplikasi Metode Elemen Hingga. Bandung: Eresco, 1990.

Das, Braja M. Principles of Foundation Engineering Seventh Edition. United States of America: Cengage Learning, 2011.

Hadipratomo, Winarni. Dasar-dasar Metode Elemen Hingga. Bandung: Danamartha Sejahtera Utama, 2005.

Prakash, Shamsher dan Hari D. Sharma. Pile Foundations in Engineering Practice. United States of America: Wiley, 1990.

Sardjono, H. S. Pondasi Tiang Pancang Jilid 1. Surabaya: Sinar Wijaya, 1984.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.