ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA TANAH BERLAPIS DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM BERBASIS ELEMEN HINGGA

Hansel Ronaldo, Andryan Suhendra
| Abstract views: 99 | views: 322

Abstract

Generally, foundation can be classified into shallow foundation and deep foundation. There are some methods to analyze the bearing capacity of foundation such as Meyerhof method and finite element method. The purpose of this study was to compare the bearing capacity value generated by these methods. There are some factors that affect the bearing capacity of foundation, therefore the author wants to analyze some factors such as upper layer soil thickness, soil consistency and foundation footing. The analysis results show that the bearing capacity of shallow foundation generated by finite element method experiences the biggest difference up to 28% compared to Meyerhof method. Bearing capacity of soft-stiff soil has the largest increase of up to 50% compared to soft-medium soil. Meanwhile at the medium-stiff soil has the largest increase up to 161% compared to soft-medium soil. The value of  bearing capacity differs according to the upper layer soil thickness too. At 2.5 meters thick, the value of bearing capacity decrease up to 19% compared to 2 meters thick and decrease up to 160% compared to 1,5 meters thick. The bearing capacity value also varies depends on the footing type. Square footing was increased 0 – 17% compared to rectangular footing.

 

Fondasi secara umum terbagi atas fondasi dangkal dan dalam. Ada beberapa metode untuk menganalisa daya dukung fondasi seperti metode Meyerhof dan metode elemen hingga. Dalam penulisan ini penulis ingin membandingkan nilai daya dukung pada metode tersebut. Ada beberbagai faktor yang mempengaruhi nilai daya dukung fondasi, oleh karena itu penulis ingin menganalisa beberapa faktor yang mempengaruhi daya dukung fondasi seperti tebal lapisan atas, konsistensi tanah dan bentuk fondasi terhadap daya dukungnya. Dari hasil perbandingan, kapasitas daya dukung dengan menggunakan metode elemen hingga memperoleh hasil lebih besar hingga 28% jika dibandingkan dengan metode Meyerhof. Kapasitas daya dukung pada metode elemen hingga memiliki hasil perbedaan terbesar. Kapasitas daya dukung pada tanah lunak-kaku mengalami kenaikan terbesar hingga 50% dibandingkan pada tanah lunak-sedang. Sementara itu kapasitas daya dukung pada tanah sedang-kaku mengalami kenaikan terbesar hingga 161%. Kapasitas daya dukung juga berbeda tiap tebal lapisan atas yang ditinjau. Pada tebal lapisan atas sebesar 2,5 meter, kapasitas daya dukungnya mengalami penurunan terbesar hingga 19% dibandingkan pada tebal lapisan atas sebesar 2 meter dan penurunan hingga 160% dibandingkan pada tebal lapisan atas sebesar 1,5 meter. Bentuk fondasi juga mempengaruhi kapasitas daya dukung. Kapasitas daya dukung pada fondasi berbentuk bujur sangkar mengalami kenaikan 0 – 17% dibandingkan dengan fondasi berbentuk persegi panjang.

Keywords

shallow foundation; bearing capacity; finite element; Meyerhof

Full Text:

PDF

References

Bowles, Joseph E. Analisa dan Desain Pondasi Jilid 1 (Diterjemahkan oleh: Pantur Silaban, Ph.D). Jakarta: Penerbit Erlangga, 1997.

Das, Braja M. Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid 2 (Diterjemahkan Oleh: Noor Endah dan Indrasurya B. Mochtar). Jakarta: Penerbit Erlangga, 1995.

Das, Braja M. Principle of Geotechnical Engineering Seventh Edition. Stamford: Cengage Learning, 1983.

Nujid, Masyitah M and Mohd R Taha. "A Review of Shallow Foundation on Clay Layered Soils Using Numerical Method." Electronic Journal Geotechnical Engineering (2014): 812.

Terzaghi, Karl. Theoretical Soil Mechanics. New York: John Wiley & Sons, Inc, 1943.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.