PENERAPAN METODE LINEAR PROGRAMMING DALAM PENENTUAN KOMBINASI POTONGAN PADA PEKERJAAN BEKISTING DI PROYEK X

Teosaner Yutanesy, Iwan B. Santoso
| Abstract views: 40 | views: 28

Abstract

ABSTRACT

Conventional formwork using wood as the main material. Installation of wooden planks requires planned cuts to match the planned dimensions. One method that can be used to calculate the optimal result of selection of chunks is the linear programming method. First, determine the size of the combination of pieces that allow it to be done and according to the planned dimensions. Secondly, it modeled a single equation that optimizes the use of wooden planks after determining the size. Lastly, it outlines limiting equations to optimize wooden planks in the provision of materials for 3 floors and reuse 3 times. From modeling linear programming obtained for the provision of 3 floors material and reuse 3 times required wooden board as much as 2310.05 sheets, provision of 2 floors material and reuse 3 times required wooden board as much as 1925.04 sheets and provision of materials 2 floors and Reuse 4 times the required wooden board as much as 1540.03 sheets. The results of the comparison between the calculation of the area of work with linear programming modeling showed a decrease in the need for wood planks by 2.7%.


ABSTRAK

Pekerjaan bekisting konvensional menggunakan kayu sebagai material utama. Agar pemasangan dari papan kayu dapat dilakukan dengan baik diperlukan perencanaan pemotongan yang sesuai dengan dimensi yang direncanakan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung hasil optimal pemilihan potongan adalah metode linear programming. Pertama, menentukan ukuran dari kombinasi potongan yang memungkinan untuk dilakukan dan sesuai dengan dimensi yang direncanakan. Kedua, memodelkan satu persamaan yang mengoptimalisasi penggunaan papan kayu setelah menentukan ukuran tersebut. Terakhir, menguraikan persamaan-persamaan yang membatasi untuk mengoptimalisasi papan kayu dalam penyediaan material untuk 3 lantai dan reuse 3 kali. Dari pemodelan linear programming didapatkan untuk penyediaan material 3 lantai dan reuse 3 kali diperlukan papan kayu sebanyak 2310,05 lembar, penyediaan material 2 lantai dan reuse 3 kali diperlukan papan kayu sebanyak 1925,04 lembar dan penyediaan material 2 lantai dan reuse 4 kali diperlukan papan kayu sebanyak 1540,03 lembar. Hasil perbandingan antara perhitungan luas pekerjaan dengan pemodelan linear programming menunjukkan penurunan pembelian papan kayu sebanyak 2,7 %.


Keywords

bekisting konvensional; linear programming; kombinasi potongan; optimalisasi; reuse

Full Text:

PDF

References

Astanto, Triono Budi. Konstruksi Beton Bertulang. Yogyakarta: Kanisius. 2001.

Bazaraa, Mokhtar S., John J. Jarvis, dan Hanif D. Sherali. Linear Programming and Network Flows. 4th Edition. Hoboken: John Wiley & Sons, Inc. 2010.

Hanna, Awad S. Concrete Formwork Systems. New York: Marcel Dekker, Inc. 1999.

Islam, S. M. Shahidul. Linear Programming. Dhaka: Bangla Muddranalay. 2008.

Kusuma, G., Kole P., dan Sagel R. Pedoman Pengerjaan Beton Berdasarkan SK SNI T -15-1991- 03 Seri 2. Jakarta: Erlangga, 1993.

Lindo Systems, Inc., Lindo User Manual. Chicago: Lindo Systems, Inc., 2003

Wigbout, F. Buku Pedoman Tentang Bekisting (Otak Cetak). Diterjemahkan oleh: Hendarsin H. Jakarta: Penerbit Erlangga. 1992.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.